Turis Tak Lagi Bisa Ikut Ujian Bahasa Jepang JLPT

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah Jepang akan memberlakukan aturan baru terkait pelaksanaan ujian bahasa Jepang. Mulai 2026, turis yang berkunjung ke Jepang tidak lagi diperbolehkan mengikuti ujian Japanese-Language Proficiency Test (JLPT).

Dilansir Japan Times, kebijakan ini diumumkan oleh penyelenggara ujian, yaitu Japan Educational Exchanges and Services (JEES) dan Japan Foundation, yang selama ini mengelola tes kemampuan bahasa Jepang terbesar di dunia tersebut.

Dalam aturan baru, peserta yang ingin mengikuti JLPT di Jepang pada prinsipnya harus memiliki status tinggal menengah hingga jangka panjang atau status penduduk tetap khusus sesuai sistem manajemen imigrasi Jepang. Saat mendaftar, peserta juga wajib mencantumkan nomor kartu residensi serta masa berlaku kartu tersebut.

Alasan Aturan Diperketat

Menurut penyelenggara, perubahan kebijakan ini dilakukan karena berbagai masalah administratif yang muncul dari peserta luar negeri yang mengikuti ujian di Jepang.

Beberapa pelamar diketahui menggunakan alamat di Jepang tanpa izin atau memberikan nomor telepon yang tidak valid. Hal ini menyulitkan panitia dalam mengirimkan voucher ujian, laporan nilai resmi, serta menghubungi peserta secara langsung.

“Untuk memastikan administrasi ujian berjalan dengan baik, syarat tambahan ini perlu diberlakukan,” kata pihak penyelenggara.

Ujian Bahasa Jepang Terbesar di Dunia

JLPT sendiri merupakan ujian kemampuan bahasa Jepang bagi penutur non-native yang pertama kali diperkenalkan pada 1984. Tes ini mengukur kemampuan membaca dan mendengarkan bahasa Jepang.

Pada 2024, jumlah peserta JLPT mencapai 1,47 juta orang, menjadi angka tertinggi sejak ujian tersebut diperkenalkan.

Tes ini diselenggarakan di seluruh 47 prefektur di Jepang serta di puluhan lokasi di luar negeri. Umumnya ujian diadakan dua kali setahun, yaitu pada Juli dan Desember, meski beberapa negara hanya menyelenggarakannya sekali dalam setahun.

Turis Tak Lagi Bisa Daftar

Sebelumnya, hingga 2025, siapa pun yang bukan penutur asli bahasa Jepang dapat mengikuti JLPT di Jepang, termasuk pengunjung dengan visa turis atau pengunjung jangka pendek.

Namun mulai 2026, peserta yang tidak memiliki kartu residensi umumnya tidak akan diperbolehkan mendaftar, meskipun mereka sedang berada di Jepang saat ujian berlangsung.

Meski demikian, penyelenggara menyebut ada beberapa kelompok tanpa kartu residensi yang tetap dapat mengikuti JLPT di Jepang. Di antaranya:


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
14 Buah Pelancar BAB Selain Pepaya dan Cara Mengatasi Sembelit
• 2 jam lalutheasianparent.com
thumb
Tak Perlu Antre, Ini Cara Tarik Tunai Pecahan Kecil di ATM Mandiri
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
140 Nama Bayi Bermakna Beruntung dan Pembawa Rezeki dalam Bahasa Arab
• 9 jam lalutheasianparent.com
thumb
Posisi Thom Haye di Timnas Indonesia Bisa Terusik Andai John Herdman Panggil Kapten Sparta Rotterdam Berdarah Kalsel Ini
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
160 Ribu ASN Bakal Pensiun, KemenPAN RB Mulai Godok Formasi CPNS 2026
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.