Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera melakukan intervensi terhadap daerah yang memiliki nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) yang rendah melalui Rumah Inovasi Daerah (RID).
"Sebentar lagi akan kita launching di Jakarta ini Rumah Inovasi Indonesia (RII), dan setelah kita launching Rumah Inovasi Indonesia sebagai ekosistem berdasarkan inovasi nasional, nanti akan kita turunkan (atau) cascade ke level daerah, yaitu Rumah Inovasi Daerah (RID)," kata Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta, Selasa.
Arif menyatakan pihaknya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) siap membantu pemerintah daerah dalam menangani permasalahan yang berkenaan dengan inovasi daerah.
"Jadi, Rumah Inovasi Daerah ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi tumbuhnya inovasi, agar inovasi itu membawa impact, membawa dampak kepada kemajuan ekonomi," lanjut dia.
Arif mengungkapkan sejumlah pimpinan daerah telah menghubungi BRIN dan menyatakan siap untuk membuka RID di wilayahnya pada tahun ini.
Baca juga: BRIN dan Jawa Barat kembangkan Rumah Inovasi Daerah
Menurut dia, hal ini membuktikan bahwa kesadaran daerah terhadap riset dan inovasi telah meningkat.
"Saya sangat bangga sekali dengan daerah yang mulai sadar dan berlomba-lomba ingin menjadi yang pertama," ucap Arif Satria.
Senada dengan Arif, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan riset, inovasi, dan kolaborasi merupakan kunci dari Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, pembangunan daerah harus berbasis riset dan kolaborasi, dan tidak boleh didorong hanya karena kepentingan ekonomi, bahkan politik semata.
"Karena itu kami menyambut baik inisiasi Pak Kepala BRIN agar daerah-daerah ini menjadikan indeks inovasi, indeks daya saing, sebagai satu hal yang sangat serius untuk memberikan dampak bagi target-target kemajuan di daerah. Kemendagri siap untuk fokus pada piloting project, beberapa daerah bisa provinsi, kota, atau kabupaten, kita akan supervisi bersama, kita akan kuatkan untuk membangun ekosistem inovasinya," tutur Bima Arya Sugiarto.
Baca juga: BRIN siapkan Rumah Inovasi Indonesia untuk perkuat hilirisasi riset
"Sebentar lagi akan kita launching di Jakarta ini Rumah Inovasi Indonesia (RII), dan setelah kita launching Rumah Inovasi Indonesia sebagai ekosistem berdasarkan inovasi nasional, nanti akan kita turunkan (atau) cascade ke level daerah, yaitu Rumah Inovasi Daerah (RID)," kata Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta, Selasa.
Arif menyatakan pihaknya melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) siap membantu pemerintah daerah dalam menangani permasalahan yang berkenaan dengan inovasi daerah.
"Jadi, Rumah Inovasi Daerah ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi tumbuhnya inovasi, agar inovasi itu membawa impact, membawa dampak kepada kemajuan ekonomi," lanjut dia.
Arif mengungkapkan sejumlah pimpinan daerah telah menghubungi BRIN dan menyatakan siap untuk membuka RID di wilayahnya pada tahun ini.
Baca juga: BRIN dan Jawa Barat kembangkan Rumah Inovasi Daerah
Menurut dia, hal ini membuktikan bahwa kesadaran daerah terhadap riset dan inovasi telah meningkat.
"Saya sangat bangga sekali dengan daerah yang mulai sadar dan berlomba-lomba ingin menjadi yang pertama," ucap Arif Satria.
Senada dengan Arif, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan riset, inovasi, dan kolaborasi merupakan kunci dari Indonesia Emas 2045.
Menurut dia, pembangunan daerah harus berbasis riset dan kolaborasi, dan tidak boleh didorong hanya karena kepentingan ekonomi, bahkan politik semata.
"Karena itu kami menyambut baik inisiasi Pak Kepala BRIN agar daerah-daerah ini menjadikan indeks inovasi, indeks daya saing, sebagai satu hal yang sangat serius untuk memberikan dampak bagi target-target kemajuan di daerah. Kemendagri siap untuk fokus pada piloting project, beberapa daerah bisa provinsi, kota, atau kabupaten, kita akan supervisi bersama, kita akan kuatkan untuk membangun ekosistem inovasinya," tutur Bima Arya Sugiarto.
Baca juga: BRIN siapkan Rumah Inovasi Indonesia untuk perkuat hilirisasi riset





