Kasus Pemukulan Pegawai SPBU Cipinang: Propam Siap Turun Jika Libatkan Anggota

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Polisi menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap tiga pegawai SPBU di kawasan Cipinang, Jakarta Timur. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (23/2) malam sekitar pukul 22.22 WIB, usai petugas menolak pengisian BBM jenis Pertalite yang tidak sesuai dengan data barcode subsidi.

Saat kejadian, terduga pelaku menyebut dirinya sebagai oknum aparat.

Menanggapi kejadian itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penanganan perkara tersebut saat ini masih didalami penyidik.

“Masih didalami Krimum Polres Jakarta Timur,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Selasa (24/2).

Ia pun menegaskan, Propam akan proaktif jika memang benar terduga pelaku adalah personel polisi.

“Propam akan proaktif apabila itu terkait personel Polri,” ujarnya.

Kasus ini bermula saat sebuah mobil datang untuk mengisi Pertalite di SPBU Cipinang. Sesuai prosedur, kendaraan yang hendak mengisi BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar wajib menunjukkan barcode yang terdaftar dalam sistem.

Pengawas SPBU, Hendra, menjelaskan bahwa saat barcode dipindai, nomor pelat kendaraan memang sesuai. Namun, foto kendaraan dalam data sistem berbeda dengan mobil yang datang.

“Ketika di-scan barcode subsidinya, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto kendaraan di data barcode itu berbeda dengan mobil yang datang,” ujar Hendra saat ditemui kumparan di lokasi kejadian, Selasa (24/2).

Meski pelat nomor cocok, petugas menolak pengisian karena kendaraan tidak sesuai dengan foto yang tertera di sistem. Operator SPBU telah berupaya menjelaskan aturan tersebut kepada pelanggan. Namun, pelanggan disebut tetap bersikeras meminta pengisian BBM hingga situasi memanas.

Karena situasi semakin tegang, operator memanggil pengawas bernama Anam untuk membantu memberikan penjelasan. Namun, penjelasan tersebut tak diterima. Pelanggan justru diduga melakukan pemukulan.

Salah satu korban, Abud, mengaku menjadi sasaran amukan meski saat itu dirinya sudah selesai bertugas atau off shift. Ia datang ke lokasi hanya untuk menghampiri rekannya.

Menurutnya, situasi memuncak ketika Anam mencoba memberikan penjelasan kepada konsumen tersebut. Pelanggan yang emosi kemudian melayangkan pukulan.

“Belakang Anam, terus Anam digampar. Kita pada refleks tuh semuanya kan, pada udah pada mau ngelerai gitu. Tapi dia (pelaku) gak tahu kenapa malah nyasarnya ke saya gitu. Habis ke Anam, ke saya gitu,” Jelas Abud saat ditemui di SPBU Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2).

Akibat serangan tersebut, Abud mengalami luka di bagian wajah. “Dipukul di muka, dipukul pakai kepalan tangan. Di mata bagian kiri,” tambahnya.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan mendalami kemungkinan unsur pidana dalam kasus tersebut, termasuk menelusuri apakah ada keterlibatan personel kepolisian seperti yang disampaikan pihak kepolisian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jalan Berlubang di Pandeglang: Penumpang Tewas, Tukang Ojek Menggugat
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
5 Saham Makanan Ringan di Bursa Efek Indonesia: Apa Saja Produk-produknya?
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
DPR sebut Mie Sedaap Janji Setop PHK, Dasco Imbau Para Pekerja Tidak Lagi Khawatir
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Bantah Laporan Awal, Polda Sulsel Pastikan Bripda Dirja Tewas Akibat Penganiayaan
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Tito Terus Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.