Badai pasir melanda banyak wilayah di Tiongkok Utara dan kini telah mencapai Shanghai serta Zhejiang. Pada 22 Februari, Indeks Kualitas Udara (AQI) Shanghai melonjak hingga 250, dengan PM10 sebagai polutan utama, yang tergolong polusi berat
EtIndonesia. Informasi dari “Shanghai Environment”, pada 22 Februari pukul 17.00, AQI real-time Shanghai tercatat 250 (polusi berat) dengan PM10 sebagai polutan utama. Pada pukul 18.00, AQI turun menjadi 193 (polusi sedang), namun polutan utama tetap PM10.
Situs resmi Shanghai Municipal Bureau of Ecology and Environment menyebutkan bahwa dari malam tanggal 22 hingga dini hari tanggal 23 Februari, akibat transmisi badai pasir dari wilayah utara, Shanghai diperkirakan mengalami episode polusi ringan PM10.
Warganet Shanghai berkomentar, “Hari ini (22 Februari) kabut asap di Kunshan parah sekali, keluar sebentar rasanya seperti menelan debu.” Ada pula yang mengatakan, “Begitu tiba di Kunshan rasanya seperti sudah sampai Shanghai, bau tanah di mana-mana.”
Pada 21 Februari, proses badai pasir dengan cakupan terluas dan intensitas terkuat sejak awal tahun ini menyerang banyak wilayah di utara. Beijing, Hebei, dan Shanxi mengalami kualitas udara dari polusi berat hingga sangat berat.
Sejumlah objek wisata ditutup dan penerbangan mengalami penundaan. Otoritas meteorologi memperkirakan wilayah terdampak akan terus meluas, dengan sebagian wilayah selatan mengalami polusi impor.
Hingga pukul 16.00 tanggal 21 Februari, AQI real-time Beijing mencapai 258 (polusi berat), dengan PM10 sebagai polutan utama. Wilayah barat laut Beijing seperti Yanqing, Huairou, Changping, dan Mentougou telah mencapai tingkat polusi sangat berat.
Sekitar pukul 15.00 pada 22 Februari, analis meteorologi China Weather Channel, Xin Xin, menulis di Weibo bahwa bagian depan badai pasir telah bergerak hingga sepanjang Sungai Yangtze. Di Anqing, Wuhu, Ma’anshan, dan Shanghai, konsentrasi PM10 melampaui 200 µg/m³. Di Nanjing, Zhenjiang, dan Changzhou melampaui 300 µg/m³; sementara Wuxi dan Nantong melampaui 400 µg/m³. Saat ini, wilayah utara Anhui seperti Suzhou (Anhui), Huaibei, Bozhou, serta Shangqiu masih berada pada level “melampaui batas”.
Pada sore hingga malam tanggal 22 Februari, bagian timur sabuk badai pasir terus bergerak ke selatan. PM10 di wilayah selatan Jiangsu, Shanghai, dan utara Zhejiang kembali melampaui ambang batas. Pukul 17.00, konsentrasi PM10 di Nanjing mencapai 393 µg/m³, dan di Shanghai 375 µg/m³, keduanya berada pada tingkat polusi berat. (Hui)
Penyunting tanggung jawab: Li Enzhen
Sumber : NTDTV.com




