CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah. Meski sebagian besar siswa menjalankan puasa penuh, distribusi makanan tetap dilakukan di sejumlah sekolah.
Berdasarkan pantauan Celebesmedia.id, Selasa (24/2/2026) di UPT SPF Kompleks SD Negeri Kalukuang Makassar, UPT SPF SMP Negeri 22 Makassar, dan UPT SPF SD Negeri Rappojawa No.71, MBG mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah sekitar pukul 10.00 Wita.
Menu MBG selama Ramadan tidak menyertakan nasi dan lauk. Beberapa sekolah masih mendapatkan susu, sementara sekolah lainnya menu MBG tidak memiliki susu.
MBG berupa makanan kering. Isi paket umumnya terdiri dari roti, buah-buahan, kacang-kacangan, serta beberapa makanan ringan. Semua dibungkus dalam plastik dan dibawa pulang ke rumah masing-masing.
Distribusi MBG selama Ramadan baru berjalan dua hari pasca libur awal Ramadan.
Aurel, siswi SD Negeri Rappojawa No.71, mengaku senang tetap mendapatkan makanan tambahan meski berpuasa.
"Senang dapat MBG. Hari ini puasa full, kalau dapat MBG dibawa pulang, disimpan di kulkas. Hari ini dapat pisang, abon kacang, ubi jalar," ungkap Aurel.
Hal serupa disampaikan Kesya, siswi SD Negeri Kalukuang.
"Saya puasa. Dapat kerupuk, telur, roti, dibawa pulang ke rumah, dimakan pas buka puasa. Kemarin keju dua, sama buah, sama kue," bebernya.
Meski beberapa siswa merasa senang mendapatkan MBG selama Ramadan, tidak demikian dengan beberapa orang tua siswa yang menyoroti kandungan gizi MBG.
Sejumlah orang tua menilai program MBG tetap bermanfaat selama Ramadan, asalkan kandungan gizinya seimbang.
Ina, orang tua siswa di SD Negeri Rappojawa No.71, menyebut efektivitas program bergantung pada menu yang diberikan.
"Efektif sebenarnya, kalau sangat-sangat sesuai, tapi kalau begini anak-anak tidak makan," ungkapnya.
Sementara Irawati, orang tua siswa di SD Kalukuang, menilai menu perlu disesuaikan agar lebih bernilai gizi.
"MBG sebenarnya perlu walaupun tetap puasa, tapi tergantung menu-menunya. Karena disimpan, dimakan pas buka puasa. Tapi kurang efektif karena cuma buah saja sama pudingnya, tidak sesuai sama gizinya," bebernya.
Senada dengan sorotan orang tua, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT SPF SD Negeri Rappojawa No.71, Rospina, berharap ada peningkatan kualitas menu selama Ramadan.
"Saya rasa penilaian saya itu kurang baik, harusnya ditambah lebih baik. Harus ada susunya, kan itu di bulan Ramadan anak-anak kan butuh tenaga, susu, jadi mohon barangkali kami punya saran ditingkatkan sedikit," ujarnya.
Ia menegaskan, distribusi MBG tetap harus menyesuaikan anggaran yang telah ditetapkan.
"Kan pasti orang tuanya mengharap ini itu, kan anggarannya Rp15 ribu," tegasnya.
Laporan: Rifki



