Polemik Sasetyaningtyas: Berapa Triliun Duit Negara APBN untuk LPDP?

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah ramai diperbincangkan publik menyusul polemik di media sosial. Perbincangan ini mencuat setelah viralnya video yang diunggah seorang alumni LPDP, Dwi Sasetningtyas.

Dwi Sasetningtyas menjadi perbincangan setelah mengunggah video yang menyebut anaknya mendapatkan kewarganegaraan dari pemerintah Inggris. Dalam video tersebut, ia mengungkapkan, "I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."

Polemik ini ikut memantik respons pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pesan kepada penerima LPDP agar tidak menghina negara karena dana beasiswa berasal dari uang pajak.

Di tengah ramainya perdebatan itu, menarik untuk melihat seberapa besar dana yang telah dikeluarkan pemerintah melalui APBN untuk LPDP.

Dana Abadi Dari APBN

Pemerintah sudah cukup lama mengembangkan skema Dana Abadi (Endowment Fund) di bidang pendidikan. Secara resmi, Dana Abadi mulai diberikan pada 2010 dengan nilai awal Rp1 triliun, lalu terus bertambah hingga sekarang.

Setiap tahunnya, pemerintah konsisten mengalokasikan sebagian anggaran APBN sebagai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola oleh LPDP. Skema ini membuat dana abadi terus berkembang seiring suntikan rutin dari APBN.

Dari data transfer tersebut, terlihat pemerintah relatif rutin menambah dana untuk Dana Abadi setiap tahun.

Berdasarkan Laporan Tahunan LPDP 2024, pemerintah menambah Dana Abadi sebesar Rp15 triliun. Secara akumulasi, total Dana Abadi mencapai Rp154,11 triliun, meningkat signifikan dibandingkan nilai awal pembentukannya pada 2010.

Sementara itu, pada 2025, mengacu pada paparan kerja yang dipublikasikan di situs LPDP, posisi Dana Abadi hingga 30 November 2025 masih tercatat Rp154,11 triliun. Ini mengindikasikan belum ada penambahan dibandingkan posisi tahun 2024.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bolehkah Shalat Dhuha Hanya Baca Surah Al Ikhlas? Syekh Ali Jaber Menjawab
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona rebut puncak dari Real Madrid
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Update Klasemen Liga 1 2025/2026: Persaingan Puncak Masih Ketat, Persib Masih di Puncak
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Helikopter Evakuasi Korban Banjir Jatuh di Peru, 15 Orang Tewas
• 18 jam laludetik.com
thumb
Sinopsis JEJAK DUKA DIANDRA SCTV Episode 52, Hari Ini Selasa 24 FEBRUARI 2026: Dimitri Berlutut pada Takdir, Diandra Dihantui Pilihan Berat
• 58 menit lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.