Penulis: Fityan
TVRINews-Isfahan
Empat Orang Tewas Setelah Helikopter Latih Menghantam Kawasan Pasar Grosir
Sebuah helikopter militer milik Angkatan Darat Iran jatuh di kawasan Dorcheh, Provinsi Isfahan, pada Selasa 24 februari 2026.
Peristiwa ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan menjadi kecelakaan udara militer kedua yang melanda negara tersebut dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan laporan media lokal, helikopter tersebut sedang menjalani misi pelatihan sebelum jatuh di dalam kompleks pasar grosir buah dan sayuran.
Lokasi jatuhnya pesawat yang berada di area publik yang padat memperburuk jumlah korban jiwa dalam insiden ini.
Detail Korban dan Investigasi Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News Agency, melaporkan bahwa kecelakaan tersebut merenggut nyawa personel militer dan warga sipil yang berada di lokasi.
"Pilot dan kopilot tewas dalam kecelakaan tersebut, bersama dengan dua warga sipil yang sedang bekerja di kios pasar," demikian pernyataan yang dikutip dari laporan Mehr News Agency.
Hingga saat ini, otoritas militer Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai penyebab teknis jatuhnya pesawat. Penyelidikan di lokasi kejadian masih terus berlangsung untuk menentukan apakah kecelakaan disebabkan oleh kegagalan mekanis atau faktor cuaca.
Catatan Keselamatan Udara Iran
Tragedi di Isfahan ini berselang hanya beberapa hari setelah insiden serupa di wilayah barat Iran. Pada Kamis lalu, sebuah jet tempur F-4 jatuh di dekat kota Hamedan yang mengakibatkan gugurnya salah satu pilot pesawat tersebut.
Rentetan kecelakaan ini kembali menyoroti tantangan besar yang dihadapi sektor penerbangan Iran. Selama beberapa dekade, industri dirgantara Iran baik militer maupun komersial mengalami hambatan serius akibat:
• Sanksi Internasional: Embargo Barat yang berkepanjangan telah memutus akses Iran terhadap suku cadang asli dan pembaruan teknologi pesawat.
• Usia Armada : Banyak pesawat dan helikopter yang digunakan merupakan model lama yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
• Keterbatasan Pemeliharaan : Meski memiliki keahlian teknis domestik, ketiadaan dukungan dari pabrikan asal mempersulit upaya standardisasi keselamatan udara yang optimal.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang catatan keselamatan udara di Iran, yang terus berjuang mempertahankan kelaikan armadanya di tengah tekanan ekonomi dan isolasi global.
Editor: Redaktur TVRINews





