Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin terdampar di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa, 24 Februari 2026. IHSG anjlok 1,37 persen atau 115,25 poin ke level 8.280,83.
Berdasarkan pantauan VIVA di Stockbit, IHSG terkoreksi tajam terjun ke level 8.290 saat memasuki sesi kedua setelah cenderung bergerak sideways. Indeks juga sempat merosot ke area 8.269 sebagai titik terendah sepanjang perdagangan sebelum rebound tipis jelas pentupan pasar.
Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 29.47 triliun sementara volume transaksi mencapai Rp 607,1 miliar. Nominal tersebut merupakan akumulasi dari total transaksi yang dilakukan para investor sebanyak 3,4 juta kali.
Hampir seluruh sektor saham mengalami penurunan. Sektor keuangan menjadi satu-satunya yang membukukan kenaikan sebesar 1,02 persen.
Sedangkan sektor energi mengalami koreksi terparah sebesar 3,50 persen disusul sektor konsumer siklikal turun 3,12 persen dan sektor infrastruktur anjlok 2,29 persen. Kemudian sektor properti menyusut 2,19 persen, sektor industri melemah 1,89 persen, sektor konsumer non-siklikal melemah 1,41 persen, sektor teknologi turun 1,77 persen, sektor kesehatan jatuh 1,24 persen, sektor bahak baku merosot 1,23 persen dan sektor transportasi kehilangan 1,00 persen.
- ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
"IHSG ditutup melemah setelah sempat bergerak menguat hingga level 8,437 pada awal sesi," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Selasa, 24 Februari 2026.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroti ketidakpastian mengenai kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) dan prospek suku bunga AS yang masih relatif ketat membuat dolar AS berbalik menguat. Akibatnya harga emas mengalami koreksi dari level tertinggi selama tiga pekan terakhir dan juga akibat profit taking.
"Secara teknikal, momentum penguatan histogram MACD IHSG mulai melemah dan terjadi pembentukan Death Cross Stochastic RSI di area overbought. IHSG kembali ditutup di bawah level MA5 di sekitar 8.306," jelas Tim Analis Phintraco Sekuritas.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan emiten-emiten yang berhasil membukukan lompatan harga tertinggi sepanjang sesi perdagangan. Berikut tiga saham top gainers di jajaran 45 saham unggulan (LQ45).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
Saham BMRI melesat 1,90 persen atau 100 poin dan ditutup pada level 5.375.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)
Saham MDKA melambung 1,34 persen atau 50 poin menjadi 3.790.




