Memakan kurma saat berbuka juga direkomendasikan oleh para ahli karena buah kecil tersebut memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi tubuh.
IDXChannel—Selama Ramadan, permintaan kurma umumnya meningkat. Buah kecil ini dimakan sebagai makanan pembuka puasa. Selain itu, kurma juga dianjurkan oleh Rosulullah dan pemuka agama sebagai makanan saat berbuka.
Selain karena anjuran, memakan kurma saat berbuka juga direkomendasikan oleh para ahli karena buah kecil tersebut memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi tubuh.
Apalagi di saat Anda sudah berpuasa sehari penuh, secara bersamaan tubuh juga tetap membutuhkan banyak asupan gizi dan protein sepanjang hari.
Melansir Review of Religions, International Health Section, (24/2/2026), kurma merupakan makanan yang kaya akan sumber nutrisi.
Kandungan gula dalam kurma sendiri cenderung lebih rendah dibandingkan dengan kandungan lainnya seperti polifenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. Sehingga tubuh dapat terhindar dari peradangan selama menjalani puasa.
Selain itu, kurma juga mengandung serat dengan takaran yang cukup. Sehingga dapat membuat seseorang yang memakannya kenyang lebih lama. Hal tersebut juga didukung oleh nutrisi lain seperti vitamin A, B6, C, serta mineral.
Soal kandungan mineral, dalam kurma terdapat sumber kalium yang baik berupa elektrolit yang berguna untuk mengatur tekanan darah dan mencegah kram otot.
Selain itu, buah kurma juga mengandung protein (sekitar 3 persen) dan 23 asam amino berbeda, beberapa di antaranya tidak umum ditemukan pada buah-buahan lain.
Kandungan gula yang sudah tertakar secara alami untuk tubuh membuat kurma menjadi makanan yang sangat cocok untuk panganan berbuka puasa karena bisa mengembalikan energi tubuh yang hilang dan meningkatkan metabolisme.
Kandungan gula kurma yang terdiri dari fruktosa dan glukosa serta didukung serat, kalium, dan antioksidan dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan jantung.
Kurma sangat cocok untuk mengembalikan energi tubuh yang habis selama berpuasa seharian.
Di sisi lain, kandungan serat yang banyak dalam kurma bisa meringankan sembelit. Serat yang tidak larut dalam kurma dapat membantu pergerakan makanan melalui saluran pencernaan.
Bahkan, mengonsumsi kurma dapat meningkatkan buang air besar dan mengurangi waktu feses berada di usus. Cara kerjanya adalah dengan kurma yang menjadi prebiotik, mendorong pertumbuhan bakteri baik di usus dan mendukung kesehatan pencernaan.
(Nadya Kurnia)





