Jayapura (ANTARA) - Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan mengatakan warga sempat berlarian keluar rumah atau bangunan saat gempa bermagnitudo 5,4 melanda Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, Selasa.
Gempa yang terjadi pukul 14.46.50 WIB itu sempat membuat warga panik hingga berlarian keluar rumah namun hingga kini belum ada laporan terkait dengan dampak peristiwa itu.
"Dari laporan anggota hingga kini belum ada laporan terkait dampak gempa tersebut dan berharap masyarakat tidak panik," kata dia dihubungi dari Jayapura, Selasa.
Berdasarkan data dari hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,4 dengan pusat gempa terletak pada koordinat 2,07° LS ; 138,94° BT, atau tepatnya berlokasi di darat yang berjarak 29 km tenggara Sarmi, di kedalaman 10 kilometer.
Gempa yang terjadi itu, jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, sedangkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa dirasakan di Sarmi dengan skala intensitas V MMI, Kota Jayapura dengan skala intensitas II-III MMI dan tidak berpotensi tsunami.
Baca juga: BMKG: Buton diguncang gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif
Baca juga: Gempa bumi magnitudo 7,1 di Sabah tidak berpotensi tsunami di Kaltara
Baca juga: BMKG: Gempa dangkal guncang di Gayo Lues Aceh Minggu pagi
Gempa yang terjadi pukul 14.46.50 WIB itu sempat membuat warga panik hingga berlarian keluar rumah namun hingga kini belum ada laporan terkait dengan dampak peristiwa itu.
"Dari laporan anggota hingga kini belum ada laporan terkait dampak gempa tersebut dan berharap masyarakat tidak panik," kata dia dihubungi dari Jayapura, Selasa.
Berdasarkan data dari hasil analisis BMKG, gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,4 dengan pusat gempa terletak pada koordinat 2,07° LS ; 138,94° BT, atau tepatnya berlokasi di darat yang berjarak 29 km tenggara Sarmi, di kedalaman 10 kilometer.
Gempa yang terjadi itu, jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Anjak Mamberamo, sedangkan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempa dirasakan di Sarmi dengan skala intensitas V MMI, Kota Jayapura dengan skala intensitas II-III MMI dan tidak berpotensi tsunami.
Baca juga: BMKG: Buton diguncang gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif
Baca juga: Gempa bumi magnitudo 7,1 di Sabah tidak berpotensi tsunami di Kaltara
Baca juga: BMKG: Gempa dangkal guncang di Gayo Lues Aceh Minggu pagi





