KOMPAS.TV - Anggaran pendapatan dan belanja negara langsung mencatatkan defisit pada bulan pertama 2026. Pelebaran defisit ini sekaligus meningkatkan kebutuhan penarikan utang baru di tengah beban bunga yang kian besar.
Per 31 Januari 2026, defisit mencapai Rp 54,6 triliun atau 0,21 persen terhadap PDB. Secara nominal, ini menjadi defisit Januari terdalam dalam lima tahun terakhir, bahkan melampaui posisi pada masa pandemi COVID-19.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai defisit ini masih dalam batas aman. Benarkah demikian? Kompas Bisnis menanyakan kepada Yusuf Rendy Manilet, Strategic Research Manager CORE, untuk analisis lebih lanjut.
#APBN #pdb #brangkas
Baca Juga: Kasus Tewasnya Pelajar di Tual, Bripda M.S. Resmi Dipecat | KOMPAS PETANG
Penulis : Yulian-Indah
Sumber : Kompas TV
- apbn
- pdb
- brangkas





