Kampung Nastar di Tangerang Kebanjiran Pesanan Selama Ramadan

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Tangerang: Kampung Nastar di Gang Subur, Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang kebanjiran pesanan selama Ramadan. Aktivitas produksi pun meningkat tajam hingga harus beroperasi 24 jam.

"Saat ini permintaan banyak, hingga harus 24 jam nonstop dengan sistem shift, buat kerjakan ini semua," ujar salah satu penggerak utama di kampung nastar, Nuni Aryastuti, Selasa, 24 Februari 2026.

Nuni menuturkan bahwa dengan penggunaan oven listrik modern, kualitas warna dan kematangan kue tetap konsisten. Hal ini berlaku meski produksi meningkat besar, mencapai penggunaan 60 kilogram margarin per hari.
 

Baca Juga :

Berkah Ramadan, Pengusaha Kue Kering di Jepara Kebanjiran Pesanan

"Dampaknya buat ibu-ibu rumah tangga kini memiliki penghasilan tambahan untuk kebutuhan hari raya," kata Nuni.

Menurut Nuni, usaha keluarganya ini telah dirintis sejak 1987 dan menjadi cikal bakal terbentuknya ekosistem Kampung Nastar. "Dulu ibu saya yang mengelola, lalu saya teruskan. Karyawan-karyawan kami kemudian banyak yang membuka usaha sendiri di lingkungan ini, hingga akhirnya pengurus RT dan RW mencetuskan nama Kampung Nastar," jelas Nuni.


Kampung Nastar di Gang Subur, Larangan Utara, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Metrotvnews.com/Hendrik Simorangkir


Sementara, Lurah Larangan Utara Iwan Bambang Subekti mengatakan Kampung Nastar kini menjadi sentra produksi kue kering yang telah eksis belasan tahun dan berhasil menembus pasar internasional. Kampung Nastar menjadi bukti nyata keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

"Kami sangat mengapresiasi inovasi dan ketekunan warga di RT 02 dan RT 05, RW 01 ini. Keberadaan Kampung Nastar bukan hanya soal produksi kue, tapi tentang bagaimana warga bisa merangkul satu sama lain untuk bekerja dan menambah omzet keluarga tanpa harus keluar jauh dari wilayah sendiri," jelas Iwan.

Saat ini tercatat sekitar 26 industri rumahan yang aktif di wilayah tersebut, terdiri dari tujuh unit di RT 02 dan 19 unit di RT 05 RW 01. Produk Kampung Nastar telah merambah pasar mancanegara, dengan pesanan sampai ke Jerman, Belanda, dan Malaysia.

"Harapan saya sebagai pembina wilayah, mudah-mudahan semangat Kampung Nastar ini merambah ke RT lain. Manfaatnya jelas untuk menambah pundi-pundi cuan bagi warga dan menciptakan kebanggaan bagi wilayah masing-masing karena prestasinya," ungkap Iwan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
El Salvador jadi tuan rumah FIBA 3x3 AmeriCup 2026 dan 2027
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Malaysia Tolak Bentuk Satgas Selidiki Pemain Naturalisasi Timnas Ilegal
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Kim Jong-Un Kembali Terpilih Jadi Pemimpin Partai Berkuasa, Disebut Capai Kesuksesan Radikal
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Video Plafon Kelas FMIPA UI Jebol, Ada Tiga Lubang Besar dan Bekas Rembesan Air
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Banjir di Bali, 60 Wisatawan Asing Dievakuasi dari Hotel
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.