REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gempa bumi magnitudo 3,2 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 10.08 WIB. Titik gempa berada di darat pada jarak 26 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan kedalaman 6 kilometer.
"Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 3,2," ucap Kepala BMKG Bandung Teguh Rahayu, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga
Ibu Tiri Sudah Diperiksa, Kapan Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Tewasnya Remaja di Sukabumi?
KPAI Soroti Kasus Sukabumi: Mengapa Orang Tua Tega Lakukan Filisida?
Ketua Komisi III DPR Pastikan akan Kawal Kasus Anak Tewas Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
Ia menuturkan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hingga pukul 10:26 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Teguh melanjutkan gempa bumi dirasakan di wilayah Kalapanunggal, Kabandungan, Leuwiliang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
"Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut," kata dia. Ia mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi resmi terkait kegempaan dari BMKG melalui kanal resmi.
Sebelumnya, BMKG mengungkapkan puncak musim hujan di wilayah Jawa Barat masih bakal terjadi hingga bulan Maret mendatang. Karena itu, ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana.