Berhubungan dengan orang "toxic" bisa membuat lebih cepat tua

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) -



Studi psikologi terbaru menemukan bahwa berhubungan dengan orang toxic, seseorang yang memberikan dampak negatif bagi orang lain di sekitarnya, bisa berdampak serius, bahkan mempercepat penuaan.

Melansir dari laman Psychology Today, Sabtu (22/2), temuan itu berasal dari studi yang dipublikasikan di jurnal ilmiah Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. Penelitian tersebut dipimpin Byungkyu Lee dari New York University dan melibatkan lebih dari 2.300 responden di Indiana, Amerika Serikat.

Dalam studi itu, peneliti mengukur usia biologis responden menggunakan metode berbasis metilasi DNA melalui sampel air liur. Usia biologis, berbeda dengan usia kronologis, menunjukkan kondisi tubuh yang sebenarnya, bukan sekadar angka tahun kelahiran.

Baca juga: Psikolog: Segera cari bantuan jika alami kekerasan di sekolah

Responden juga diminta menyebutkan orang-orang dalam jaringan sosial mereka yang dianggap sebagai hasslers, yaitu individu yang sering menimbulkan stres dan kesulitan.

Hasilnya, 28,8 persen responden mengaku memiliki setidaknya satu orang toxic dalam lingkaran sosialnya. Sekitar 10 persen bahkan memiliki dua orang atau lebih.

Perempuan lebih banyak melaporkan memiliki relasi bermasalah dibanding laki-laki.

Peneliti menemukan bahwa setiap satu orang toxic berkaitan dengan percepatan penuaan sebesar 1,5 persen. Rata-rata, usia biologis mereka yang memiliki relasi toxic tercatat sembilan bulan lebih tua dibanding orang dengan usia sama yang tidak memiliki relasi semacam itu.

Dampaknya lebih kuat jika orang toxic tersebut berasal dari keluarga atau teman.

Sementara pada pasangan, efeknya relatif lebih kecil. Peneliti menduga hal ini karena pernikahan tetap memberi manfaat sosial tertentu, seperti mengurangi rasa kesepian.

Selain membuat usia biologis lebih tua, keberadaan orang toxic juga dikaitkan dengan peningkatan peradangan dalam tubuh.

Studi ini menunjukkan bahwa menjaga jarak dari hubungan yang penuh tekanan dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan dan memperlambat proses penuaan.

Baca juga: Kesehatan mental, psikolog paparkan kiat keluar dari hubungan toksik

Baca juga: Kepala BKKBN: Hubungan toksik salah satu penyebab perceraian

Baca juga: PMI sosialisasikan pentingnya pahami hubungan toksik lewat KSR


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rob Jetten Resmi Menjadi Perdana Menteri Termuda dalam Sejarah Belanda Usai Menang Pemilu 2025
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Apa Itu Saham Gorengan dan Mengapa Ritel Tetap Tergoda?
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Tertinggal 0-3, PSIM Bangkit Tahan Bali United 3-3 di Bantul
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPR Minta Pemerintah Tunda Impor 105.000 Kendaraan dari India
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Hina Suku Dayak, Rizky Kabah Divonis 2 Tahun Bui-Denda Rp 50 Juta
• 22 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.