Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan ekonomi di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh pascabanjir pada November 2025 telah mulai bergerak. Hal tersebut didukung dengan harga barang kebutuhan pokok (bapok) di pasar dan ritel juga terpantau stabil.
Ini disampaikan Mendag usai meninjau Pasar Pante Teungoh di Pidie pada Senin (23/2/2026) beserta sejumlah ritel, yaitu Toko Telur Mas, Toko UD Amir, dan Toko Maya Baru.
Dalam kunjungan tersebut, terlihat pasar rakyat di Pidie yang telah beroperasi sepenuhnya dan ritel yang pasokannya terjaga.
“Kami ke Kabupaten Pidie untuk memastikan pemulihan sarana perdagangan pascabanjir dan aktivitas ekonomi dan perdagangan berjalan baik. Kami cek harga bapok, sudah stabil. Kelihatan ekonominya sudah mulai bergerak dan harga-harga terkendali,” ujar Mendag Busan, dikutip dari siaran pers Kemendag, Selasa (24/2).
Berdasarkan hasil pemantauan, komoditas beras tercatat sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Zona 2 yaitu beras medium Rp14.000/kg, beras premium Rp15.000/kg, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog Rp12.600/kg. Sementara itu, harga komoditas yang terpantau di bawah Harga Acuan (HA), antara lain, daging ayam ras Rp30.000/kg, telur ayam ras Rp28.000/kg, bawang merah Rp35.000/kg, bawang putih honan Rp35.000/kg, cabai merah keriting Rp30.000/kg, dan cabai rawit merah Rp50.000/kg.
Kemudian, MINYAKITA terpantau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) di harga Rp15.700/liter. “MINYAKITA cukup banyak, harganya sesuai HET karena pasokan dari Bulog lancar ke beberapa pedagang di pasar,” jelas Mendag Busan.
Selain itu, harga-harga komoditas lainnya yang terpantau stabil, antara lain, tepung terigu Rp14.000/kg, minyak goreng curah Rp17.100/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp23.000/liter. Untuk gula pasir tercatat di atas HA yaitu sebesar Rp19.000/kg indikasi penyebabnya karena sebagian besar pengiriman pasokan gula pasir berasal dari Medan Sumatra Utara dan bersamaan adanya kenaikan permintaan selama bulan ramadan.
Sejumlah pedagang turut mengonfirmasi kondisi dan aktivitas pasar yang membaik. Pedagang cabai, Fajar, menyampaikan, harga bapok telah berangsur turun. Harga cabai merah keriting yang sempat mencapai Rp35.000/kg kini di kisaran Rp30.000/kg. Ia menuturkan, harga sempat melonjak tajam saat banjir, bahkan cabai rawit pernah menyentuh Rp100.000/kg. Namun, kini harga telah terkendali. Menurutnya, aktivitas pasar yang cukup ramai, mencerminkan daya beli masyarakat yang membaik.
Sementara itu, pedagang telur, Jufri, menyampaikan harga telur saat ini Rp53.000 per papan (tray) atau sekitar Rp28.000/kg, naik tipis dari Rp52.000 per papan sehari sebelumnya. Menurutnya, kenaikan harga telur dipengaruhi distribusi dari Medan yang belum sepenuhnya lancar akibat perbaikan jembatan pascabencana. Ia berharap akses logistik segera normal agar harga lebih stabil.
Pedagang daging ayam, Amri, menyampaikan harga ayam saat ini Rp60.000 per ekor atau sekitar Rp30.000/kg dan terpantau stabil meski sebelumnya naik. Amri berharap harga ayam dapat kembali lebih murah agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan penjualan lebih baik.
Pedagang lainnya, Mursyal, menyampaikan pasokan dan harga bapok dalam kondisi baik dan relatif stabil. MINYAKITA yang disalurkan melalui Bulog sejak 2 minggu terakhir telah masuk ke pasar dan dijual Rp15.700/liter. Untuk beras SPHP, harga di kisaran Rp63.000 – Rp65.500 per 5 kg dengan distribusi yang lancar dan pengiriman rutin setiap pekan. Ia menilai kehadiran pasokan MINYAKITA dan beras SPHP dari pemerintah melalui Bulog membantu menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Promosi Produk Alami dan Organik ke Kanada
Sedangkan, Faisal pemilik Toko Telur Emas mengungkapkan distribusi barang saat ini sudah kembali lancar dan harga relatif stabil setelah sebelumnya terkendala banjir, akibat kerusakan jembatan yang memaksa pengiriman memutar melalui jalur barat - selatan. Ia pun berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen karena jembatan darurat yang digunakan saat ini membatasi kapasitas angkut.
Mendag Busan mengapresiasi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan atas sinergi menjaga stabilitas harga dan pasokan. “Terima kasih Pak Bupati beserta Pak Wabup, Ibu Kepala Dinas Perdagangan, Bulog, Rajawali Nusindo dan seluruh pihak. Ketersediaan pasokan dan stabilitas harga terjaga, kegiatan ekonomi dan perdagangan sudah kembali aktif,” tutupnya.





