Bisnis.com, PEKANBARU — PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai mencatatkan efisiensi operasional (cost optimization) sebesar US$34,98 juta sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut setara dengan 396% dari target yang ditetapkan perusahaan, sekaligus menjadi bukti penguatan kinerja operasi yang semakin solid, efisien, dan andal.
General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan menyebut bahwa realisasi efisiensi tersebut diraih melalui berbagai inisiatif strategis, mulai dari optimalisasi proses produksi, peningkatan keandalan peralatan, hingga pengelolaan proyek yang lebih efektif dan terukur.
Upaya ini dilakukan secara terintegrasi dengan tetap mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). Dia mengatakan capaian efisiensi tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh Perwira Kilang Dumai dan Kilang Sungai Pakning dalam membangun budaya operational excellence.
“Setiap langkah efisiensi dijalankan secara terukur dan selaras dengan peningkatan revenue. Setiap inisiatif dilakukan dengan disiplin sehingga memberikan dampak langsung pada penguatan profitabilitas sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan,” ujar Iwan, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, cost optimization tidak sekadar menjadi agenda tahunan atau pemenuhan target, melainkan telah terintegrasi dalam strategi bisnis dan seluruh proses operasional kilang.
Salah satu kontribusi utama berasal dari optimasi middle distillate melalui implementasi Advanced Process Control (APC) pada unit Crude Distillation Unit (CDU) yang meningkatkan efisiensi produksi dan optimalisasi yield.
Selain itu, penerapan Prescriptive Predictive Maintenance System (PPMS) pada unit turbo generator turut memperkuat keandalan serta keselamatan operasional.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum, menegaskan bahwa optimalisasi biaya dimaknai sebagai strategi memperkuat daya saing di tengah dinamika industri migas.
“Optimalisasi biaya bukan sekadar penghematan, tetapi strategi untuk menjaga daya saing tanpa mengurangi performa operasional. Pencapaian ini lahir dari sinergi lintas fungsi dan semangat inovasi melalui implementasi Continuous Improvement Program (CIP) setiap tahun,” jelasnya.
Ke depan, Kilang Dumai akan memfokuskan strategi pada produksi produk bernilai tinggi, optimalisasi biaya utilitas, serta minimize losses. Pada 2026, fokus cost optimization diarahkan pada percepatan transformasi digital, penguatan aspek ESG, peningkatan sinergi, serta pengembangan sumber pendapatan baru guna menjaga kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan.
Atas capaian tersebut, Kilang Dumai juga meraih empat penghargaan dalam ajang Cost Optimization Award 2025 yang diselenggarakan oleh fungsi OPEX PT Kilang Pertamina Internasional di Jakarta.
Penghargaan tersebut berupa 2nd Place–The Best Value Creation, 2nd Place–The Best Value Protection, 2nd Place–The Best Project Management Office, dan 3rd Place–The Best Revenue Growth.
“Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi Kilang Dumai dalam menjalankan program efisiensi yang berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis perusahaan,” tuturnya.





