Deretan Pabrikan Lokal Ikut Tender Agrinas Sebelum Pikap India Terpilih

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Agrinas Pangan Nusantara mengungkapkan telah mengajak sederet produsen kendaraan niaga dalam negeri untuk ikut tender, sebelum akhirnya memutuskan untuk impor 105.000 unit pikap asal India.

Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menjelaskan, sejumlah pabrikan yang telah diajak ikut tender pengadaan kendaraan untuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih itu meliputi merek Jepang hingga China.

Meski demikian, dalam implementasinya, Agrinas Pangan tidak mencapai kesepakatan dengan sejumlah produsen kendaraan niaga lokal, terutama terkait aspek harga dan kapasitas pasokan.

“Klarifikasi terkait isu bahwa kami tidak memberikan kesempatan kepada produsen lokal, itu tidak benar. Dalam bisnis, wajar jika tidak terjadi kesepakatan,” ujar Joao di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Adapun, di segmen pikap berpenggerak dua roda (4x2), dia mengatakan, Agrinas juga sudah mengundang sejumlah pabrikan, seperti Daihatsu dengan model Gran Max, maupun Suzuki dengan model Carry andalannya. Kendati demikian, harga yang ditawarkan menurutnya hampir setara dengan pikap 4x4 yang diimpor dari India.

Joao menambahkan, isu utama lainnya adalah Agrinas melakukan pembelian dalam jumlah besar sehingga skema yang ditawarkan dilakukan secara bulk atau gelondongan. Namun, menurutnya pabrikan pikap lokal itu tidak memberikan harga khusus sehingga Agrinas terpaksa mengimpor dari India.

Baca Juga

  • Buruh Minta Prabowo Batalkan Impor 105.000 Unit Pikap India
  • Buruh Ungkap Ancaman PHK di Balik Rencana Agrinas Impor Pikap
  • Respons Gaikindo Usai Bos Agrinas Sebut Harga Pikap Lokal Mahal

“Seharusnya, kami diberikan harga lebih ekonomis dan efektif sesuai anggaran. Namun, hingga akhir, sebagian besar produsen lokal tetap menghitung harga per unit seperti di pasar reguler, jadi menurut saya tidak fair,” jelasnya.

Sementara itu, untuk segmen truk ringan (light duty truck), Agrinas Pangan juga telah mengundang sejumlah pabrikan, seperti Mitsubishi Fuso, Hino, Isuzu hingga Foton. Namun, setelah dilakukan kualifikasi dan negosiasi, pabrikan truk lokal yang memenuhi syarat hanya mampu memiliki kapasitas maksimal produksi 45.000 unit.

Secara terperinci, jumlah kemampuan produksi pabrikan lokal itu terdiri dari Mitsubishi Fuso yang mampu memasok 20.600 unit, Foton Aumark 13.500 unit, Hino 10.000 unit, hingga Isuzu 900 unit.

"Menimbang keterbatasan produksi dalam negeri, maka perseroan mengimpor untuk memenuhi kebutuhan Kopdes Merah Putih sejumlah 35.000 unit truk dari Tata Motors India," jelasnya.

Secara terperinci, sebanyak 35.000 unit mobil pikap Scorpio dipasok oleh produsen otomotif Mahindra. Sementara itu, 70.000 unit lainnya disuplai oleh Tata Motors India, yang terdiri atas Yodha Pick Up dan truk Ultra T.7 masing-masing 35.000 unit. 

Alhasil, Joao mengakui Agrinas Pangan berhasil menghemat anggaran hingga Rp46,5 triliun dari kebijakan impor 105.000 unit pikap utuh (completely built up/CBU) asal India.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fondasi Jembatan di Depok Rusak, Warga Harap Segera Diperbaiki
• 16 jam laludetik.com
thumb
Gempa Hari Ini M 3,2 Guncang Sukabumi, Berpusat di Darat
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
OJK Temukan Fraud Rp46 miliar di BPR Panca Dana
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kawat Berduri-Rantis Disiagakan usai Ramai Seruan Demo di Polda DIY Sore Ini
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
6.859 Masjid Mulai Disiapkan Jadi Tempat Transit Pemudik 2026
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.