Nilai kebangsaan, keadilan sosial, dan tradisi berpikir kritis menjadi pokok bahasan dalam ceramah yang disampaikan Ganjar Pranowo kepada jemaah salat Tarawih di Masjid Walidah Dahlan Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Rabu (18/2) lalu.
Dalam kegiatan bertajuk Kuliah Kebangsaan, mantan Gubernur Jawa Tengah itu membahas pentingnya menjadikan keadilan sosial sebagai fondasi peradaban sekaligus menguatkan perspektif keislaman dan kebangsaan.
“Saya diberikan kesempatan untuk ngasih ceramah setelah salat Tarawih. Maka kemudian ada diskusi yang luar biasa temanya kebangsaan, keadilan, peradaban, dan ini tentu asyik ya,” kata Ganjar saat ditemui Pandangan Jogja usai salat Tarawih, Rabu (18/2).
Ganjar juga menekankan pentingnya tradisi intelektual di lingkungan kampus. Menurutnya, ruang diskusi dan sikap terbuka terhadap kritik menjadi bagian penting dalam membangun pola pikir kritis.
“Dalam tradisi intelektual, membuka diskusi, saling kritik itu akan membiasakan kita berpikir kritis dan nggak baperan,” lanjutnya.
Ceramah malam itu berlangsung interaktif dengan melibatkan jemaah mahasiswa yang hadir melalui sesi tanya jawab.
Kuliah Kebangsaan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan di UNISA Yogyakarta. Selama bulan puasa, UNISA menyelenggarakan berbagai agenda seperti kajian menjelang berbuka, pembagian takjil gratis, tadarus Al-Qur’an, hingga iktikaf.
Selain Ganjar, Kuliah Kebangsaan UNISA Yogyakarta sedianya akan menghadirkan Anies Baswedan pada 25 Februari 2025. Namun pada Senin (23/2), pihak kampus mengonfirmasi Anies batal mengisi ceramah Tarawih di UNISA.
Masjid Walidah Dahlan menjadi pusat aktivitas Ramadan di kampus tersebut. Selain untuk ibadah dan kajian, masjid juga dimanfaatkan mahasiswa sebagai ruang belajar dan berdiskusi.
Lia, salah satu mahasiswa, mengatakan masjid kampus telah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa.
“Masjidnya kayak nyaman, terus gede, dan karena kita juga ya kalau sehari-hari di kampus itu kita pasti kalau selesai kuliah wajib ke masjid. Karena di masjid ini senyaman itu, dan semua teman-teman aku lihat pada nugas di masjid,” tuturnya.
Aktivitas di Masjid Walidah Dahlan berlangsung sepanjang hari. Area lantai tiga kerap digunakan mahasiswa untuk kerja kelompok dan diskusi, terutama pada siang hingga sore hari.





