RI-AS Sepakati Kerja Sama Pengembangan Semikonduktor, Target Ciptakan 5 Ribu Lapangan Kerja

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan Ekosistem Semikonduktor tahap pertama senilai USD4,89 miliar.

RI-AS Sepakati Kerja Sama Pengembangan Semikonduktor, Target Ciptakan 5 Ribu Lapangan Kerja. Foto: Kemenko Perekonomian.

IDXChannel - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) resmi meneken Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan Ekosistem Semikonduktor tahap pertama senilai USD4,89 miliar, dengan potensi tambahan investasi selanjutnya hingga USD26,7 miliar. 

Kerja sama tersebut melibatkan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digarap oleh PT Galang Bumi Industri (GBI) sebagai pihak pelaku usaha Indonesia, serta perusahaan Amerika Serikat Essence Global Group, LLC. dan Tynergy Technology Corp sebagai mitra strategis pengembang teknologi.

Baca Juga:
Kesepakatan Dagang RI-AS Deal, Proyek Semikonduktor USD4,9 Miliar Jadi Sorotan

"Pengembangan ekosistem semikonduktor merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperdalam struktur industri dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai nilai global. Indonesia tidak lagi diposisikan hanya sebagai pasar teknologi, tetapi sebagai basis produksi dan pengembangan teknologi strategis," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Investasi tersebut, kata Airlangga, diperkirakan mampu menciptakan sekitar 5.000 lapangan pekerjaan terampil, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional. 

Baca Juga:
Indonesia Bidik Investasi Semikonduktor, Prototipe Chip Terus Dikembangkan

Pekerjaan yang tercipta akan berfokus pada bidang rekayasa, manufaktur wafer, teknologi material maju, serta sistem energi generasi baru yang memiliki nilai tambah tinggi dan dampak jangka panjang bagi daya saing industri nasional.

Baca Juga:
Prabowo Perkuat Kerja Sama Teknologi Semikonduktor Indonesia–Inggris

Adapun ruang lingkup kerja sama mencakup investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur, perluasan inisiatif energi terbarukan dan proyek industri hijau, program pengembangan tenaga kerja dan strategi penciptaan lapangan kerja, serta penelitian dan pengembangan bersama dalam teknologi mutakhir.

Perusahaan mitra dari Amerika Serikat memiliki spesialisasi dalam proses plasmonik inovatif untuk memproduksi wafer ingot dan sel surya, serta mengintegrasikan teknologi amplifikasi energi canggih, termasuk pengembangan teknologi penyalaan fusi dan berbagai sumber energi berkelanjutan generasi baru lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai dapat membuka akses Indonesia terhadap teknologi frontier sekaligus mempercepat penguatan ekosistem inovasi nasional.

“MoU ini bukan sekadar investasi finansial. Ini adalah bagian dari reposisi strategis Indonesia dalam arsitektur industri global. Kita ingin memastikan Indonesia menjadi bagian dari rantai nilai semikonduktor dunia, memperkuat kemandirian industri, dan meningkatkan daya tawar dalam rantai pasok global,” ujar Airlangga.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PN Batam Sebut Penolakan Tuntutan Mati ABK Bagian Pengawasan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mobil Tabrak Separator Busway di Jl DI Panjaitan Jaktim, Lalin Padat
• 10 jam laludetik.com
thumb
Pemprov Sumsel siapkan langkah jangka pendek tekan inflasi jelang HBKN
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Kapolres Tual Kena Anak Panah saat Lerai Bentrok Warga, Polisi Pastikan Situasi Sudah Kondusif
• 41 menit lalukompas.tv
thumb
[FULL] Bahas Ancaman Perang AS VS Iran di Tengah Negosiasi Nuklir, Ini Sorotan Dosen Ilpol Udayana
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.