REPUBLIKA.CO.ID, BATANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi mengakui, permasalahan sampah di wilayahnya belum tertangani secara optimal. Saat ini Jateng menghasilkan 6,3 juta ton sampah per tahun.
“Sampah di Jawa Tengah hampir 6,36 juta ton per tahun. Yang bisa diproses baru sekitar 60 persen, sisanya belum tertangani optimal. Ini harus menjadi perhatian serius kita semua," kata Luthfi seusai menghadiri kegiatan bersih-bersih sampah dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Pantai Jodo, Desa Sidorejo, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga
Harga Cabai Melonjak Hingga Rp85 Ribu per Kg di Jateng, Pemprov Salurkan Subsidi
DPRD: Biar Pajak tak Bebani Rakyat, Pemprov Jateng Harus Kreatif Tingkatkan PAD
Kekerasan ke Wartawan Naik, Organisasi Profesi Pers Bentuk Komite Keselamatan Jurnalis Jateng-DIY
Dalam acara itu, dia mengingatkan Presiden telah mencanangkan Indonesia zero waste pada 2029. Hal itu yang turut menjadi latar di balik Gerakan Jateng ASRI (Aman, Sehat, Resik & Indah). Luthfi meminta para bupati dan wali kota di Jateng segera menyerahkan data konkret penanganan sampah di wilayahnya masing-masing. “Besok akan saya bawa dalam rapat di tingkat pusat,” ujarnya.