Di sela-sela waktu senggangnya, Anto (33), warga Cisauk, Kabupaten Tangerang, sibuk menggulirkan jarinya di atas layar ponsel. Bukan media sosial yang dibuka, melainkan aplikasi perbankan yang memperlihatkan jumlah cicilan kredit pemilikan rumah atau KPR miliknya.
Belakangan, ia pun baru mengetahui besaran cicilan yang harus dibayarkannya setiap bulan beserta tenggat tenor angsuran KPR. Seluruh informasi itu didapatkan dengan mengakses aplikasi Bale by BTN miliknya.
”Setelah lima tahun mengangsur KPR, baru dua bulan ini tahu kalau ternyata bisa lihat cicilan dari aplikasi. Biasanya, harus datang ke bank dan cetak buku,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Menurut dia, fitur dalam aplikasi Bale tersebut dirasa cukup membantunya dalam mengelola keuangan. Setiap bulan, Anto biasanya akan mengalokasikan dana lebih besar dari cicilan. Kelebihan dana ini disimpan sebagai tabungan, baik untuk dana darurat ataupun untuk mencicil tagihan bulan selanjutnya.
Pengalaman serupa dirasakan Helen (34), pekerja di Jakarta. Sebagai nasabah KPR BTN, ia bersama sang suami terus memantau progres pelunasannya melalui Bale by BTN. Untuk menyiasati pelunasan KPR lebih cepat, mereka memanfaatkan fitur pembayaran ekstra.
Fitur ini secara otomatis akan mengurangi pokok KPR yang kemudian memperkecil cicilan KPR selanjutnya. Dana lebih yang telah dialokasikan sebelumnya akan masuk sebagai pembayaran pokok KPR tahun berikutnya.
”Dengan strategi ini, saya bisa tetap memiliki rumah dengan KPR, tetapi dengan meminimalkan pembayaran bunga,” ujarnya.
Bagi saya dan keluarga, Bale by BTN menjadi one stop solution karena mempermudah memiliki rumah hingga pengelolaan keuangan rumah tangga.
Bukan hanya urusan KPR, Helen juga memanfaatkan Bale by BTN untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari. Sebagai ibu rumah tangga, istri, sekaligus pekerja, aplikasi serba bisa alias super-app tersebut pun dijadikan platform utama keuangannya.
Berbagai kebutuhan itu, meliputi transfer dana, pengisian dana dompet digital (e-wallet) atau uang elektronik (e-money), pembayaran lokapasar (e-commerce) dan perjalanan (travel), penarikan tunai tanpa kartu, hingga pembayaran QRIS.
Selain itu, Helen turut memanfaatkan Bale by BTN untuk mempersiapkan masa depannya dengan menabung secara autodebet dan deposito. Dari berbagai fitur layanan ini, ia pun memperoleh poin yang kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai kupon atau lelang produk.
”Bagi saya dan keluarga, Bale by BTN menjadi one stop solution karena mempermudah memiliki rumah hingga pengelolaan keuangan rumah tangga,” katanya.
Dengan demikian, Bale tak hanya menyediakan layanan pembiayaan perumahan, tetapi juga memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya. Berbagai kebutuhan itu terpenuhi dalam satu genggaman tangan, sebagaimana ihwal penamaan aplikasi tersebut, yakni balai, yang artinya rumah.
Cerita di atas kiranya menjadi potret kecil dari total 3,7 juta pengguna Bale by BTN per akhir 2025. Jumlah ini tercatat meningkat hingga 66,1 persen secara tahunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 2,2 juta pengguna.
Sejalan dengan meningkatnya jumlah pengguna, pertumbuhan jumlah transaksi Bale telah menembus 79,2 persen menjadi 2,21 miliar kali transaksi per 31 Desember 2025. Di sisi lain, nilai transaksinya pun mencapai Rp 103,6 triliun atau meningkat 27,7 persen secara tahunan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, melalui siaran pers, menyampaikan, tingginya rata-rata saldo pengguna Bale by BTN turut mendorong pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), terutama dalam penghimpunan dana murah alias current account saving account (CASA).
”Kami akan terus mendorong posisi Bale sebagai super-app yang menawarkan ekosistem terintegrasi untuk solusi transaksi keuangan keluarga, baik yang terkait dengan kebutuhan perumahan maupun berbagai macam lifestyle lainnya,” katanya dalam paparan kinerja triwulan IV-2025, di Jakarta.
Maka dari itu, BTN terus mendorong transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan perbankan. Dalam hal ini, Bale by BTN dirancang untuk memberikan kemudahan akses layanan perbankan yang inklusif dan terintegrasi.
Transformasi digital menjadi kunci agar BTN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Layanan harus semakin mudah, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia.
Ke depan, kata Nixon, transformasi BTN akan diarahkan sebagai perbankan yang dapat menjadi mitra utama bagi setiap keluarga Indonesia dalam mengelola keuangan. Langkah ini ditempuh dengan digitalisasi sistem perbankan secara terintegrasi dan relevan bagi kebutuhan masyarakat.
”Transformasi digital menjadi kunci agar BTN tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Layanan harus semakin mudah, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan, menuju visi Mitra Utama Pemberdayaan Finansial Keluarga Indonesia,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Real Estat Indonesia (REI) Raymond Arfandi menyebutkan, perbankan memegang peran sangat krusial di sektor perumahan. Sebesar 80 persen penyediaan dan pembiayaan rumah masih mengandalkan perbankan.
Kendati demikian, pembiayaan perumahan masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi kemampuan membayar nasabah. Masalah ini membutuhkan kerja sama antara pihak pengembang dan perbankan.
”Setelah menjadi nasabah, mereka tetap harus di-support. Perbankan bisa menggunakan seluruh jaringannya untuk membuat sebuah marketplace dorongan extra income bagi para nasabahnya, sehingga mereka bisa berinteraksi satu dengan yang lain dan bisa menghasilkan uang untuk membayar cicilan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Riset Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan berpendapat, kemudahan bertransaksi yang ditawarkan oleh perbankan melalui aplikasi serba bisa (super-app) berpotensi memperkuat fundamental perbankan.
Dalam hal ini, super-app dapat mendorong loyalitas nasabah di tengah persaingan ketat perbankan dalam memperebutkan dana nasabah. Dengan demikian, inovasi tersebut berpotensi meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income) perbankan.
”Investasi di super-app bagi bank besar akan memberikan dampak keuntungan langsung maupun tidak langsung,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Bale by BTN yang resmi diluncurkan pada Februari 2025 menjadi salah satu batu loncatan bagi BTN. Dengan semangat transformasi, aplikasi serba bisa tersebut diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan layanan perbankan masyarakat.
Sebagai bank yang tumbuh dari kebutuhan dasar masyarakat akan hunian, mortgage adalah fondasi kuat untuk memperluas layanan ke produk konsumer lainnya.
Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan menjelaskan, Beyond Mortgage merupakan transformasi BTN dari bank yang selama ini identik dengan pembiayaan perumahan (mortgage) menjadi bank konsumer yang menyediakan solusi keuangan secara menyeluruh.
”Sebagai bank yang tumbuh dari kebutuhan dasar masyarakat akan hunian, mortgage adalah fondasi kuat untuk memperluas layanan ke produk konsumer lainnya,” katanya, ditemui di Jakarta, Senin (23/2/2026) malam.
Pada tahun ini, perseroan akan melengkapi layanan konsumen, mulai dari kartu kredit, kredit kendaraan bermotor (KKB), Buy Now Pay Later (BNPL), hingga berbagai produk investasi, seperti reksa dana dan transaksi saham.
Selain itu, BTN juga akan memperkuat layanan administrasi penggajian (payroll) dengan skema bundling KPR bagi karyawan perusahaan. Alhasil, seluruh layanan yang terintegrasi dalam Bale tersebut diharapkan dapat membentuk keterikatan nasabah melalui pendekatan gaya hidup.
Meski demikian, Rully mengakui, pengembangan pasar konsumer saat ini tengah menghadapi tantangan berupa daya beli masyarakat. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat yang belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi Covid-19.
Mengutip hasil analisis uang beredar (M2) Bank Indonesia, penyaluran kredit konsumsi pada 2026 mencapai Rp 2.356,1 triliun atau tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Meski demikian, penyaluran KPR tumbuh 5,5 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 6,8 persen.
”Dengan transformasi Beyond Mortgage, penguatan ekosistem digital melalui Bale by BTN, serta strategi pendanaan yang lebih efisien, BTN optimistis dapat memaksimalkan pertumbuhan consumer banking secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pada akhirnya, rumah impian masa depan tidak berhenti pada bangunan fisik semata. Sederet kebutuhan rumah tangga sehari-sehari pun melekat di dalamnya. Itu semua dapat dijangkau di ruang digital dalam satu genggaman tangan.





