SLEMAN, KOMPAS.TV - Superioritas PSS Sleman di Grup B akan mendapat ujian krusial pada gameweek ke-21 Pegadaian Championship 2025/2026.
Pasukan Super Elang Jawa dijadwalkan bertandang ke markas Persela Lamongan pada Minggu, 1 Maret 2026.
Di atas kertas, kedua tim tampak kontras. PSS nyaman bertengger di pucuk klasemen dengan koleksi 42 poin, meninggalkan Laskar Joko Tingkir yang masih tertahan di peringkat keenam dengan raihan 30 angka.
Namun, jarak 12 poin tak lantas membuat PSS bisa bersantai.
Bayang-bayang rekor minor justru menghantui Super Elja jelang lawatan ke Jawa Timur. Sepanjang dua pertemuan terakhir melawan Persela, PSS belum sekali pun mengecap kemenangan. Hanya mampu mengamankan satu hasil imbang dan terpaksa menelan satu kekalahan.
Baca Juga: Ranking Kompetisi AFC: Indonesia Naik 7 Peringkat ke Posisi 18 Asia, Berkat Persib dan Dewa United
Catatan inilah yang memicu pelatih Ansyari Lubis membunyikan alarm kewaspadaan.
"Yang pasti, ini sudah putaran ketiga. Jadi, setiap pertandingan itu final," tegas sang juru taktik tersebut usai latihan rutin di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Selasa (24/2).
"Tidak ada cerita kami bisa lengah lalu kalah. Kami harus berjuang, harus kerja keras, dan harus mengambil poin."
Nahas, misi memutus tren buruk ini sedikit terguncang dengan absennya juru gedor andalan, Gustavo Tocantins.
Hukuman akumulasi kartu memaksanya menepi dari lapangan.
Meski kehilangan salah satu pilar utama, Ansyari enggan meratapi situasi dan meyakini kedalaman skuadnya sanggup menambal lubang yang ditinggalkan.
Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- pss sleman
- persela lamongan
- ansyari lubis
- gustavo tocantins
- liga indonesia
- grup b





