Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sudah dipotong dan dirapikan. Wakil Ketua (Waka) DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino berharap kawasan ini kembali ditata.
"Menurut saya, setelah tiang monorel di Rasuna Said dicopot, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menata koridor tersebut menjadi lebih manusiawi dan modern," kata Wibi kepada wartawan, Rabu (25/2/2026).
Wibi berharap trotoar diperlebar dan ramah disabilitas. Lalu ia juga meminta sistem drainase yang baik agar terbebas dari banjir.
"Fokusnya bukan hanya pada kelancaran kendaraan, tetapi juga pada kualitas ruang publik mulai dari trotoar yang lebih lebar dan ramah disabilitas, jalur sepeda yang aman, penambahan ruang hijau dan peneduh, hingga pencahayaan serta sistem drainase yang baik," katanya.
Lebih lanjut, Wibi menyebut kawasan Rasuna Said tentu menjadi cermin kota Jakarta yang diharapnya bisa dipandang secara global.
"Rasuna Said adalah etalase kawasan bisnis Jakarta, jadi penataannya harus mencerminkan kota global yang nyaman, tertib, dan berorientasi pada pejalan kaki serta transportasi publik," katanya.
109 Tiang Monorel DipotongSebelumnya, Gubernur Pramono Anung menyebut penataan kawasan tersebut ditargetkan rampung pada Juni mendatang. Ia menyampaikan total ada 109 tiang monorel yang sebelumnya berdiri di sepanjang Rasuna Said.
"Monorel yang berjumlah 109, per hari Sabtu kemarin semuanya sudah terpotong dan dirapikan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/2).
Ia mengatakan, setelah tiang-tiang tersebut disingkirkan, Pemprov DKI akan langsung memulai pembangunan lanjutan berupa penataan jalur pedestrian, perbaikan saluran air, hingga penambahan taman di koridor tersebut.
"Kita akan memulai pembangunan untuk (jalur) pedestrian, selokan, taman, dan sebagainya. Mudah-mudahan bulan Juni sudah bisa diselesaikan," ujarnya.
Pramono menargetkan wajah Rasuna Said sudah berubah saat peringatan HUT Jakarta pada 22 Juni mendatang.
(azh/jbr)





