TABLOIDBINTANG.COM - Kejutan besar terjadi di panggung UEFA Champions League. Raksasa Italia, Inter Milan, harus angkat koper setelah takluk 1-2 dari wakil Norwegia, FK Bodø/Glimt, pada leg kedua babak play-off di Stadion San Siro, Rabu (25/2) dini hari WIB.
Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, Nerazzurri gagal membalikkan keadaan dan justru dipaksa menyerah oleh efektivitas permainan tim tamu.
Inter Dominan, Tapi Kurang Tajam
Bermain di hadapan publik sendiri, Inter langsung mengurung pertahanan Bodø/Glimt sejak menit awal. Statistik mencatat, Inter melepaskan 33 tembakan dengan 6 mengarah ke gawang.
Penguasaan bola mencapai 70 persen dengan total 606 umpan dan akurasi 90 persen. Namun dominasi tersebut tak berbanding lurus dengan hasil akhir.
Sebaliknya, Bodø/Glimt tampil lebih klinis. Dari hanya 7 percobaan, 5 di antaranya tepat sasaran dan dua berhasil berbuah gol.
Tim tamu membuka keunggulan lewat aksi J. P. Hauge pada menit ke-58. Gol tersebut membuat tekanan kepada Inter semakin besar. Alih-alih menyamakan kedudukan, gawang tuan rumah kembali kebobolan pada menit ke-72 melalui H. Evjen.
Inter sempat menipiskan ketertinggalan lewat gol Alessandro Bastoni di menit ke-76. Bek tangguh asal Italia itu memanfaatkan situasi bola mati untuk memperkecil skor menjadi 1-2.
Sayangnya, hingga peluit panjang dibunyikan, Inter gagal mencetak gol tambahan.
Efektivitas Jadi Pembeda
Secara statistik, Inter unggul jauh dalam hampir semua aspek: tembakan, penguasaan bola, jumlah umpan, hingga akurasi operan.
Namun Bodø/Glimt menunjukkan bahwa efektivitas dan ketenangan dalam memanfaatkan peluang jauh lebih menentukan.
Kekalahan ini memastikan Inter tersingkir dari Liga Champions musim ini, sementara Bodø/Glimt mencetak sejarah dengan melaju ke fase 16 besar.



