FAJAR, MADRID—Real Madrid akan menjamu Benfica di leg kedua babak playoff Liga Champions, dini hari nanti. Ini partai panas yang menarik.
Insiden rasis yang diduga dilakukan Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior pada pertemuan pertama menjadi bara dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, dini hari nanti.
Dugaan rasis itu bukan hanya membuat laga sempat terhenti selama 10 menit, namun menjadi topik yang mendominasi diskusi pasca-pertandingan.
Pada akhirnya, Gianluca Prestianni mendapat hukuman. Pemain asal Argentina itu dilarang tampil di Bernabeu sambil menunggu investigasi lebih lanjut.
Seluruh kejadian dari leg pertama hingga jelang laga ini menjadi bahan bakar untuk membuat partai hidup mati ini lebih panas. Dan Madrid yang tampil di kandang akan berusaha menambah luka tamunya.
Los Blancos punya modal bagus di laga ini. Selain sudah unggul 1-0 di leg pertama berkat gol Vinicius, mereka juga punya rekor bagus menghadapi klub Portugal.
Madrid telah memenangkan lima dari enam pertandingan terakhir mereka melawan klub Portugal. Hasil matchday 8 di markas Benfica adalah satu-satunya kekalahan mereka dalam 12 pertandingan.
Raksasa Spanyol itu juga tak terkalahkan di kandang melawan tim tamu dari Portugal. Mereka tercatat menang 10 kali dan imbang sekali.
Di sisi lain, Benfica sudah kalah enam kali dari delapan pertandingan terakhir mereka melawan klub Spanyol. Termasuk di kandang (0-1) dan tandang (1-3) melawan Barcelona di babak 16 besar musim lalu.
Kemenangan atas Madrid di matchday 8 fase liga adalah salah satu dari hanya empat kemenangan dalam 27 pertandingan terakhir Benfica melawan tim Liga Spanyol.
Selain itu, Benfica hanya memenangkan dua dari 14 pertandingan tandang mereka melawan klub Spanyol. Kekalahan musim lalu dari Barcelona adalah kekalahan dua leg kelima berturut-turut Benfica melawan klub La Liga.
Meski begitu, Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa tak mau bersandar sepenuhnya pada rekor kedua klub. Menurutnya, mereka harus tampil bagus untuk menyelesaikan pertarungan ini.
“Kami perlu bekerja keras karena kami memiliki pertandingan penting lainnya pada hari Rabu (Kamis),” tegasnya di situs Real Madrid.
Arbeloa wajar memberi warning ke timnya. Pasalnya, mereka menyongsong laga ini dengan bekal kekalahan 1-2 di markas Osasuna di La Liga pada akhir pekan.
“Kami perlu bermain jauh lebih baik, dengan intensitas yang lebih tinggi. Kami tahu itu tidak mudah dilakukan baik pada hari Rabu maupun Minggu, tetapi itulah yang dibutuhkan dari kami; ini Real Madrid,” ujarnya.
Sebelumnya, ia juga sudah mengingatkan bahwa kemenangan 1-0 di leg pertama tidak bisa jadi alasan buat mereka untuk meremehkan pasuka Jose Mourinho.
“Jangan membuat kesalahan dengan meremehkan tim yang dilatih Mourinho dengan keunggulan 1-0. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya, dan tim Benfica ini tidak akan membiarkan kami melenggang,” tegas Arbeloa.
Jose Mourinho sementara itu menyebut pertandingan melawan Real Madrid sebagai sangat menantang. “Pertandingan itu sangat menuntut dalam setiap aspek,” katanya kepada BTV.
Merujuk pada duel leg pertama, Mourinho menegaskan mereka membutuhkan upaya fisik dan konsentrasi maksimal. “Kita perlu tetap fokus dan bermain sebaik mungkin,” ujarnya.
Mourinho mendapat kartu merah di leg pertama dan tidak bisa mendampingi timnya di lapangan. Jadi, João Tralão akan menggantikannya di bench seperti halnya saat jumpa pers pra pertandingan.
Untuk pemain, selain Prestianni, tim tamu juga belum bisa diperkuat Joao Veloso yang cedera. Namun, secara umum Benfica yang menang 3-0 atas AFS di laga sebelumnya dalam kondisi prima untuk pertandingan ini.
Vangelis Pavlidis telah mencetak 28 gol di semua kompetisi dan akan tetap memimpin lini depan Benfica. Ia akan didukung pemain seperti Dodi Lukebakio, Adreas Schjelderup, dan Rafa Silva.
Sedangkan Madrid, mereka masih tanpa Rodrygo, Jude Bellingham, Eder Militao, Dani Ceballos, dan Dean Huijsen karena sanksi dan cedera. Tapi pilar lainnya seperti Federico Valverde, Arda Guler siap bermain untuk menopang Vinicius dan Kylian Mbappe.
Prakiraan Pemain
Real Madrid (4-4-2): Courtois; Alexander-Arnold, Asencio, Rudiger, Carreras; Valverde, Guler, Tchouameni, Guler; Mbappe, Vinicius
Benfica (4-2-3-1): Trubin; Dedic, Araujo, Otamendi, Dahl; Rios, Aursnes; Lukebakio, Rafa, Schjelderup; Pavlidis
Kamus Lolos
Real Madrid lolos jika:
Menang dengan skor berapa pun
Imbang dengan skor berapa pun
Benfica lolos jika:
Menang dengan margin minimal 2 gol (unggul agregat)
Jika Benfica hanya menang satu gol di waktu normal, laga berlanjut ke extra time dan adu penalti jika belum ada pemenang. (amr)





