Bisnis.com, AMMAN — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Raja Kerajaan Yordania Hasyimiah, Abdullah II bin Al Hussein, di Amman pada Rabu (25/2/2026).
Agenda tersebut menjadi bagian dari kunjungan kerja Kepala Negara ke kawasan Timur Tengah di mana Yordania menjadi Negara muslim pertama yang dikunjungi pada Ramadan 2026.
Pertemuan bilateral itu akan difokuskan pada penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Yordania. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian meliputi pendidikan, pertahanan, pertanian, hingga dinamika isu-isu kawasan Timur Tengah. Momentum ini juga bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2026.
Kunjungan kali ini menandai lawatan kedua Prabowo ke Yordania sejak menjabat sebagai Presiden RI. Sebelumnya, kunjungan resmi kenegaraan dilakukan pada April 2025. Dalam agenda tersebut, Presiden menggelar pertemuan bilateral dan menyaksikan penandatanganan berbagai nota kesepahaman strategis di Istana Al-Husseiniya, Amman.
Hubungan timbal balik kedua negara berlanjut pada November 2025 saat Raja Abdullah II melakukan kunjungan balasan ke Indonesia. Dalam kesempatan itu, Raja Yordania menawarkan peluang investasi di sektor pipanisasi gas, pembangunan jalan tol, serta logistik.
Dia juga menyampaikan rencana pembentukan Badan Pengelola Investasi di negaranya dan bertemu dengan perwakilan Danantara pada 15 November 2025 sebelum kembali ke Amman.
Baca Juga
- Diaspora RI Sambut Kedatangan Prabowo di Yordania: Kami Bangga jadi WNI Bukan WNA
- Momen Simbolik Kunjungan Prabowo ke Yordania, Diplomasi Negara Muslim Perdana 2026
- Prabowo Tiba di Amman, Disambut Putra Mahkota Yordania
Interaksi kedua pemimpin negara tersebut turut mencerminkan kedekatan personal yang telah terjalin sejak lama. Dalam salah satu rangkaian agenda, Prabowo dan Raja Abdullah II sempat menaiki helikopter bersama serta menyaksikan demonstrasi teknologi drone yang diperagakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Yordania.
Sekadar informasi, Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Militer Marka, Amman, pada pukul 19.53 waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor registrasi PK-GIF yang ditumpanginya mendapat pengawalan jet tempur Angkatan Udara Kerajaan Yordania saat memasuki wilayah udara negara tersebut.
Setibanya di Amman, Prabowo disambut langsung oleh Putra Mahkota Yordania, Hussein bin Abdullah, beserta sejumlah pejabat pemerintah setempat.
Dari pihak Indonesia, turut hadir Duta Besar RI untuk Yordania Ade Padmo Sarwono dan Atase Pertahanan RI Kolonel Laut (P) Dafris D. Syahruddin.
Dalam kunjungan kerja ini, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
Lawatan tersebut diharapkan semakin memperkokoh kemitraan bilateral RI–Yordania yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.




