Imlek Festival Saat Ramadan di Lap Banteng: Berburu Takjil-Cek Kesehatan Gratis

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Imlek Festival 2577 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta, sejak 22 Februari 2026 bertepatan dengan bulan Ramadan. Terbuka untuk umum, Imlek Festival menjadi ruang temu yang inklusif.

Masyarakat dapat menikmati festival budaya, bazar ratusan brand lokal, berburu hidangan untuk berbuka puasa, berbelanja kebutuhan menjelang Hari Raya Idul fitri, hingga Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Layanan CKG menjadi salah satu kegiatan yang diminati pengunjung, salah satunya Yasmin Nuramadani (25). Ia mengaku datang untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, berbuka puasa, sekaligus menikmati suasana festival.

“Menurut saya (Imlek Festival) bermanfaat karena memberikan kesempatan untuk orang-orang di Jakarta CKG, juga ngabuburit di bulan puasa ini,” ujar Yasmin saat ditemui di Lapangan Banteng, dikutip Rabu (25/2).

Yasmin mengungkapkan, layanan CKG cukup komprehensif untuk deteksi dini risiko penyakit. “Banyak (pemeriksaannya), mulai dari kesehatan mulut, mata, telinga, terus lagi nunggu pemeriksaan kesehatan jantung lengkap,” tuturnya.

Menurut Yasmin, Imlek Festival yang dihadirkan dalam suasana Ramadan memperlihatkan wajah keberagaman Indonesia. Sesuai dengan tema Imlek Festival 2577, yaitu Harmoni Imlek Nusantara.

“Menurut saya bagus karena beragamnya kelihatan sih. Jadi enggak hanya di Imlek saja, tapi karena bertepatan juga di bulan puasa, jadi terasa juga Ramadannya di acara,” ucapnya.

Ia berharap kegiatan yang mempertemukan budaya ini bisa terus berjalan lancar dan terus diadakan ke depan. “Semoga lancar terus acaranya dan bisa diadain lebih sering lagi,” ucapnya.

Kegiatan Donor Darah

Selain CKG, kegiatan donor darah di Imlek Festival 2577 juga dipadati pengunjung. Hana, salah satu pengunjung yang datang khusus untuk berpartisipasi dalam donor darah, mengaku tertarik setelah melihat informasi kegiatan Imlek Festival.

“Ini juga bukan donor darah pertama ya. Tapi ini yang donor darah pertama yang dilakukan pas ada event Imlek seperti ini,” ujarnya usai mendonorkan darah.

Kegiatan sosial, Hana mengatakan, menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. “Menurut saya sih ini bagus. Apalagi ada stok darah yang lagi menipis, kayak darah A sama darah AB. Kebetulan saya sendiri darah A, makanya saya tergugah pas melihat postingan ada donor darah di sini. Jadi saya berpartisipasi,” katanya.

Hana menambahkan, sejak awal pendaftaran panitia sudah mencantumkan kesediaan donor di bulan puasa. “Dari formulirnya sendiri itu sudah ada keterangan kalau kita bersedia donor pas bulan puasa,” ucapnya.

Menurutnya, Imlek Festival 2577 bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga ruang untuk saling mengenal lintas budaya.

“Yang merayakan Imlek itu termasuk minoritas. Jadi biar kita lebih tahu tentang kebudayaannya, jadi kita enggak asing dengan budaya-budaya Tionghoa,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan semacam ini terus menjadi simbol kebersamaan. “Kita harus hidup berdampingan,” katanya.

Ramai Jelang Buka Puasa

Imlek Festival 2577 semakin ramai pengunjung menjelang waktu berbuka puasa. Deretan stan UMKM dipadati pengunjung. Budi, pemilik usaha minuman es tebu, merasakan dampak positif acara ini.

“Ini baru pertama kali yang seperti ini, bagus. Kalau bisa setiap tahun diadakan juga seperti ini,” katanya.

Budi menyebut momentum Imlek yang bersamaan dengan Ramadan membawa berkah tersendiri. “Ini kan kebetulan Imlek berbarengan dengan Ramadan. Jadi menjelang buka puasa itu momen ramainya. Ramai sekali, sampai antre-antre,” tuturnya.

Ia optimistis antusiasme masyarakat masih akan terus meningkat hingga penutupan Imlek Festival 2577. “Masih ada delapan hari ke depan sampai tanggal satu. Bagi masyarakat Jakarta datang saja, biar memenuhi Lapangan Banteng ini,” katanya.

Perpaduan Budaya

Pertunjukan seni hingga kolaborasi lintas budaya mewarnai perhelatan Imlek Festival pertama di Indonesia yang berskala nasional.

Instalasi lampion raksasa karya pelukis yang juga content creator, Erika Richardo, menjadi pusat perhatian pengunjung. Instalasi ini adalah ikon acara yang bertema Harmoni Imlek Nusantara.

Jessica Novengel (27) yang juga berprofesi sebagai master of ceremony, mengungkapkan kekagumannya saat berdiri tepat di depan lampion terbesar di area festival ditengah tempat duduk kuliner.

“Kebetulan aku lagi berada di lampion terbesar yang ada di Imlek Festival kali ini. Karya dari content creator Erika Richardo. Kita bisa lihat mulai dari ada awan-awan, bunga, juga gambar kuda,” ujar Jessica.

Menurutnya, desain lampion tersebut bukan hanya megah secara ukuran, tetapi juga kaya detail artistik. “Bentuknya keren sekali, juga menjadi ikon dari acara Imlek Festival kali ini,” katanya.

Imlek Festival 2577 yang digelar pada 22 Februari hingga 3 Maret 2026 ini menghadirkan berbagai elemen budaya yang memperlihatkan kekayaan Nusantara sekaligus ruang kolaborasi lintas negara.

Selain pertunjukan seni tradisional, festival ini juga menampilkan ragam kuliner, pakaian adat, hingga alat musik dari berbagai daerah hingga atraksi Barongsai. Jessica berharap festival ini tidak berhenti sebagai agenda satu kali. “Semoga ke depannya akan ada Imlek Festival tahun-tahun setelahnya,”ucapnya.

Imlek Festival 2577 terbuka untuk umum tanpa biaya masuk dan berlangsung setiap hari pukul 15.00–22.00 WIB. Informasi lengkap mengenai seluruh rangkaian acara dapat diakses melalui akun Instagram resmi @imlekfestival.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Babe Haikal Pastikan Produk Amerika yang Masuk Indonesia Punya 2 Label Halal Sekaligus
• 20 jam laludisway.id
thumb
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jakarta Hari Ini, Cek Wilayahnya
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Link Live Streaming Malut United Vs Persija Jakarta Malam Ini
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Meksiko Mencekam usai Kematian El Mencho, Kemlu Pastikan Semua WNI Aman
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jamu PSM Makassar, Aroma Balas Dendam Persebaya Sangat Kuat
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.