Tak Banyak Bicara Tapi Luka Paling Dalam, Yunita Siregar Bongkar Beratnya Jadi Asmara Jati di Film Laut Bercerita

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Peran Asmara Jati dalam film Laut Bercerita menjadi salah satu karakter paling sunyi namun menyayat hati. Lewat tokoh ini, Yunita Siregar menghadirkan potret perempuan yang memendam luka tanpa banyak kata.

Berbeda dengan karakter lain yang lantang menyuarakan perlawanan, Asmara justru hadir dengan emosi yang tertahan. Namun justru dari keheningan itulah rasa kehilangan terasa semakin dalam.

Yunita mengaku peran ini menjadi salah satu yang paling menguras energi selama kariernya. Ia harus menampilkan kesedihan yang tidak meledak, tetapi tetap terasa nyata di mata penonton.

“Asmara itu nggak banyak bicara, tapi justru dia yang paling menyimpan luka,” kata Yunita Siregar saat ditemui di XXI Plaza Indonesia Selasa, (24/2/2026).

Menurut Yunita, tantangan terbesarnya adalah menahan ekspresi agar tidak terlalu dramatis. Ia harus bermain di ruang emosi yang tipis, di mana tatapan mata menjadi bahasa utama.

Proses pendalaman karakter dilakukan dengan membaca ulang novel karya Leila S. Chudori serta berdiskusi panjang dengan sutradara. Ia ingin memastikan Asmara tidak hanya tampil sebagai pelengkap cerita, tetapi sebagai jiwa yang hidup.

“Justru yang paling sulit adalah ketika kamu harus menahan tangis,” tambahnya.

Yunita menuturkan bahwa ada adegan-adegan yang membuatnya harus mengambil jeda setelah pengambilan gambar selesai. Ia merasa beban emosional karakter terbawa hingga di luar lokasi syuting.

Dalam film yang juga dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo ini, Asmara digambarkan sebagai sosok yang setia menunggu dan berharap. Harapan itulah yang perlahan berubah menjadi luka panjang.

Yunita menyebut ia banyak belajar tentang kekuatan perempuan dari karakter ini. Bukan kekuatan yang berteriak, melainkan yang bertahan dalam diam.

 

 

“Perempuan sering kali terlihat kuat justru karena dia memilih diam,” tambah Yunita.

Chemistry dengan para pemain lain pun dibangun melalui sesi reading intensif sebelum syuting dimulai. Yunita merasa kedekatan tersebut membantunya masuk ke dalam dinamika hubungan antarkarakter.

Ia juga mengaku sempat takut tidak mampu memenuhi ekspektasi pembaca novel. Namun dukungan tim produksi membuatnya lebih percaya diri membawakan Asmara dengan interpretasinya sendiri.

“Yang penting jujur sama rasa, jangan dibuat-buat,” tuturnya.

Film arahan Yosep Anggi Noen ini memang menyoroti banyak sisi emosional dari setiap tokohnya. Namun kehadiran Asmara menjadi pengingat bahwa luka paling dalam seringkali datang dari mereka yang paling sedikit bersuara.

Lewat peran ini, Yunita Siregar menunjukkan kedewasaan akting yang semakin matang. Ia membuktikan bahwa tanpa dialog panjang pun, sebuah karakter bisa meninggalkan jejak emosional yang kuat di hati penonton.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rekomendasi Tontonan Seru, Dari The SpongeBob Movie hingga Pretty Crazy
• 15 jam laluintipseleb.com
thumb
Biang Kerok Kawasan Legian dan Seminyak Bali Banjir
• 18 jam laludetik.com
thumb
Lagi Mancing, Warga Jaksel Kaget Temukan Mayat Mengambang di Kali Ciliwung
• 11 jam laludetik.com
thumb
Polisi Ungkap Motif Komunitas Motor Terobos JLNT Casablanca: Bikin Konten
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Bukan Cuma Takjil, Ini Manfaat Kurma untuk Anak
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.