7 Peran Ayah dalam Keluarga yang Penting untuk Perkembangan Anak

theasianparent.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jika dulu peran ayah dalam keluarga dianggap hanya sebatas mencari nafkah, pandangan seperti pun lambat laun kian bergeser. Di mana para ayah sudah mulai banyak terlibat dengan pengasuhan.  

Biar bagaimana pun, peran ayah dalam keluarga sangat penting karena akan memengaruhi tumbuh kembang dan membentuk karakter positif anak di kemudian hari. 

Ross D. Parke, peneliti perkembangan sosial anak dari Universitas California, menjelaskan bahwa peran ayah dalam membesarkan anak akan membuat si Kecil lebih berkembang dalam segala aspek, baik aspek motorik, kognitif, dan bahkan sosial.

Hal senada pun diunggkapkan oleh Najeela Shihab, psikolog sekaligus praktisi pendidikan. Ia mengatakan bahwa ada banyak manfaat jika peran ayah dalam keluarga tidak dibatasi. 

“Jika ayah terlibat, maka tujuan pengasuhan justru bisa dicapai. Anak yang ayahnya terlibat dalam pengasuhan juga akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, punya kemampuan berinteraksi dengan orang lain yang memiliki beragam karakter. Ayah yang terlibat dalam pengasuhan juga pada akhirnya jadi teladan bagi anak-anaknya,” jelasnya kepada theAsianparent.

Oleh karena itu, founder Komunitas Keluarga Kita ini mengingatkan agar para ayah ikut berperan dalam pengasuhan anak. 

“Padahal, ayah juga perlu memandikan anak, memberi makan, bermain dan belajar bersama anak di rumah. Ayah juga perlu terlibat dengan interaksi yang penuh kelembutan dengan anak-anaknya.”

Penting untuk dicatat, momen si Kecil bermain dengan ayah memang tidak hanya sebatas menjadi hiburan semata.

Seringkali hal ini justru bisa menjadi media untuk bisa mengembangkan keterampilan sosial anak untuk membangun dan mengelola sebuah hubungan dengan teman atau bahkan relasi saat mereka beranjak dewasa. 

Artikel terkait: 7 Momen Terindah dan Mengesankan Saat Menjadi Ayah Apa Saja Tujuh Peran Seorang Ayah?

Melansir dari laman Positive Parenting, jika dirinci menjadi tujuh, peran seorang ayah dapat meliputi:

Figur kelekatan emosional yang aman Pelindung yang menciptakan lingkungan rumah yang aman secara fisik dan psikologis Penyedia kebutuhan dasar Pendidik karakter yang menanamkan disiplin, nilai moral, dan batasan yang sehat Panutan dalam mengelola emosi, relasi, dan tanggung jawab Partner pengasuhan yang bekerja sama dengan ibu untuk konsistensi pola asuh Fasilitator kemandirian serta resiliensi anak melalui permainan menantang, dukungan eksplorasi, dan dorongan agar anak berani mencoba hal baru dengan tetap merasa didukung Pentingnya Kerja Sama Orang Tua

Sayangnya, seperti yang diungkapkan Najeela Shihab, kadang kala peran ayah dalam pengasuhan menjadi terbatas. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar porsi ayah dalam pengasuhan perlu dipenuhi dengan baik.

“Sayangnya ayah sering kali kurang mendapat dukungan untuk menjalankan perannya dengan baik. Bahkan saat kecil, ayah juga jarang mendapat latihan, jarang main boneka atau main pura-pura atau memang ayah juga dibesarkan oleh ayah yang jarang terlibat dengan pola pengasuhan. Untuk membantu ayah sukses dan terlibat dalam pengasuhan tentu saja perlu peran seluruh anggota keluarga, khususnya peran dari ibu,” paparnya.

Perbedaan pola asuh yang diberikan oleh Bunda dan Ayah tersebut pun nantinya akan membuat tumbuh kembang anak semakin optimal.

Selain itu, kerjasama antara orang tua dalam membesarkan anak juga dapat memperkuat ikatan keluarga secara keseluruhan.

Maka dari itu, kerjasama yang baik antara Bunda dan Ayah sangat dibutuhkan dalam membesarkan anak. 

Stigma bahwa membesarkan anak adalah tugas seorang ibu, tak jarang membuat ayah merasa minder ketika harus melakukan tugas tersebut dan berakhir untuk memilih “menyerahkan” kewajiban tersebut kepada Bunda. 

Apa yang Perlu Dilakukan agar Peran Ayah dalam Keluarga Dapat Maksimal?

Ditemui oleh theAsianparent, psikolog anak sekaligus co-founder komunitas Tiga Generasi Saskhya Prima memberikan tips bagaimana cara mengikutsertakan ayah dalam mengasuh anak. 

Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan agar peran ayah dalam keluarga bisa maksimal:

1. Beri Ayah Kepercayaan

Seperti yang sudah dijelaskan, beberapa ayah mungkin merasa minder ketika ia harus mengasuh anak.

Maka dari itu, Bunda sebaiknya memberikan kepercayaan agar ayah tidak merasakan perasaan tersebut.

Memberikan kepercayaan dalam hal ini maksudnya adalah, Bunda sebaiknya tidak terlalu ‘menghakimi’ cara ayah dalam mengasuh anak. 

“Tuh, Ayah sih … udah Bunda bilang kalau sore jangan ngajak adek main di luar. Sekarang sakit, kan.”

“Ah, si adek malah kebanyakan main sama kotor-koran kalau disuapin sama ayah.”

Sebaiknya perkataan-perkataan tersebut dihindari agar suami Anda tidak merasa bersalah atau minder sehingga pada akhirnya tidak mau lagi menghabiskan banyak waktu dengan si kecil.

Sebaliknya, berikan ia apresiasi atas apa yang dia lakukan untuk buah hati kalian.

Apabila ada kesalahan, beritahu ia secara perlahan dan jangan sampai terkesan menghakimi seperti contoh di atas.

2. Pembagian Tugas

Buatlah pembagian tugas berdasarkan kesepakatan.

Misalnya, hari ini bagian ayah yang mengantar jemput si kecil ke sekolah, besoknya giliran Bunda, dan sebagainya.

Atur pembagian tugas tersebut sesuai dengan jadwal masing-masing Anda. 

3. Jadikan Komunikasi Sebagai Prioritas

Dalam membentuk kerjasama yang baik dalam mengasuh anak, komunikasi merupakan salah satu poin penting. 

Selalu bicarakan dengan pasangan mengenai buah hati seperti sekolah mana yang cocok untuknya, mengapa anak sering tantrum, tentang masalah kesehatan dan nutrisi anak, dan hal lainnya.

Saling komunikasi ketika Anda dilanda permasalahan juga, ya, Parents.

Komunikasi yang terjalin dengan baik akan membuat suatu hubungan lebih erat.

Apabila hubungan kalian erat, maka kerja sama yang baik dalam mengasuh anak pun akan terjalin.

Artikel terkait: Atasi masalah komunikasi dalam rumah tangga, lakukan 5 langkah ini 4. Playdate

Membesarkan dan mendidik anak bukan sekadar tentang memikirkan bagaimana si Kecil bisa ini dan itu.

Meluangkan waktu untuk bersenang-senang dengan anggota keluarga secara lengkap juga merupakan momen membesarkan anak yang tak kalah penting untuk perkembangannya yang optimal.

Jangan lupa untuk mencari jadwal kosong dan gunakan waktu tersebut untuk bermain dengan anak. 

Hal terpenting, biarkan si Kecil merasakan bagaimana hangatnya momen yang ia habiskan bersama ayah dan bundanya. 

Pertanyaan Populer Terkait Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga 1. Apa Saja Lima Peran Seorang Ayah?

Lima peran utama seorang ayah dalam keluarga antara lain:

Sebagai pemberi kasih sayang dan kelekatan emosional (attachment figure) yang membantu anak merasa aman Berperan sebagai penyedia (provider) kebutuhan dasar dan rasa aman finansial, Sebagai pendidik dan pembimbing yang menanamkan nilai, aturan, dan keterampilan hidup Sebagai panutan (role model) dalam hal pengendalian emosi, cara berelasi, dan memecahkan masalah Serta sebagai pendukung aktif perkembangan anak lewat keterlibatan dalam bermain, stimulasi kognitif, dan dukungan sosial yang terbukti berkaitan dengan kemampuan bahasa, regulasi emosi, dan prestasi akademik anak. 2. Apa Saja Hak Ayah di Rumah?

Hak ayah di rumah tidak hanya terkait aspek legal, tetapi juga hak relasional.

Misalnya, seperti hak untuk diakui dan dihormati perannya sebagai orang tua setara, hak terlibat dalam pengambilan keputusan penting tentang pendidikan, kesehatan, dan nilai yang dianut anak. Hak membangun hubungan yang dekat dan konsisten dengan anak lewat waktu kebersamaan dan pola asuh yang disepakati bersama.

Serta, dalam konteks hukum di banyak negara, hak atas pengasuhan bersama, kunjungan, dan partisipasi dalam kehidupan sehari-hari anak sepanjang hal itu sejalan dengan kepentingan terbaik anak dan disertai tanggung jawab memenuhi kebutuhan emosional maupun materi anak.

3. Apakah Peran Ayah Itu Penting?

Peran ayah sangat penting karena banyak studi menunjukkan bahwa keterlibatan ayah yang hangat, suportif, dan konsisten berhubungan dengan perkembangan kognitif lebih baik, prestasi akademik lebih tinggi, kemampuan sosial yang lebih matang, serta risiko yang lebih rendah terhadap masalah perilaku, penggunaan zat, dan gangguan kesehatan mental.

Bahkan, melansir Psychology Today, riset psikologi menunjukkan bahwa “cinta ayah” dapat berpengaruh sebesar cinta ibu terhadap kesejahteraan psikologis anak.

Sehingga, ketidakhadiran atau ketidak-terlibatan ayah sering dikaitkan dengan rendahnya rasa percaya diri, relasi yang kurang sehat, dan berbagai masalah penyesuaian pada masa remaja maupun dewasa.

*** 

foryourmarriage, parents

10 Pola Asuh Anak Autisme yang Perlu Parents Perhatikan

Pentingnya Orang Tua sebagai Role Model Anak, Ini Kata Psikolog

6 Tipe Pria yang bisa Menjadi Ayah Terbaik, Suami Bunda Termasuk Nggak?


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
44 Penerima Beasiswa LPDP Kena Sanksi, 8 di antaranya Harus Ngembaliin Duit Plus Bunga
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Drama Es Blewah: Marah atau Mengalah?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Obligasi Keberlanjutan bank bjb Tahap II 2026 Tawarkan Imbal Hasil Kompetitif
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Link Live Streaming Newcastle United vs Qarabag di Liga Champions, Kick-off 03.00 WIB
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Disnaker Jatim Temukan Modus PHK Musiman untuk Hindari Bayar THR
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.