Harga cabai rawit merah mulai menunjukkan tren penurunan seiring membaiknya cuaca dan meningkatnya aktivitas panen di sejumlah sentra produksi.
Perkembangan terungkap dalam Rapat Koordinasi SPHP Cabai yang digelar Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan bersama unsur pemerintah pusat dan daerah, aparat kepolisian, serta Asosiasi Champion Cabai dari seluruh Indonesia.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengatakan sebelumnya harga cabai mengalami tekanan akibat faktor cuaca dan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan.
"Dengan cuaca yang mulai membaik, petikan bertambah sehingga pasokan bisa ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar dan harga mulai stabil," ujarnya lewat keterangan resmi, Rabu (25/2).
Maino menyebut, pasokan cabai yang masuk ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta saat ini rata-rata mencapai 14-18 ton per hari. Harga di tingkat pedagang berada di kisaran Rp 65.000 per kilogram (kg), lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Di tingkat petani, koreksi harga juga mulai terlihat. Data dari wilayah Kediri menunjukkan harga cabai rawit merah turun dari sekitar Rp 70.000 menjadi Rp 60.000 per kg.
Perwakilan Champion Cabai dari Sleman, Ardi, mengatakan ketersediaan cabai di sentra produksi sebenarnya cukup, namun sebelumnya terkendala faktor cuaca.
"Kalau cuaca mendukung, petikan bisa meningkat. Saat ini tidak ada stok gudang, yang tersedia adalah standing crop di lahan," ujar Ardi.
Di wilayah Jawa Tengah, harga cabai rawit merah terpantau di kisaran Rp 60.000-Rp 70.000 per kg, sementara cabai merah keriting berada di sekitar Rp 20.000 per kg. Aktivitas panen yang sempat melambat kini kembali berjalan normal.
Dari sisi distribusi, pasokan yang masuk ke PIKJ pada hari ini berasal dari Enrekang, Sulawesi Selatan sebesar 2,1 ton dan Magelang, Jawa Tengah sebanyak 2,5 ton, sehingga total mencapai 4,6 ton. Harga di tingkat grosir tercatat sekitar Rp 50.000 per kg, sedangkan harga eceran berkisar Rp 60.000-Rp 65.000 per kg.
Di daerah lain, pemerintah provinsi mulai menyiapkan langkah stabilisasi tambahan. Dinas terkait di Provinsi Jambi melaporkan harga yang sebelumnya mencapai Rp 85.000 per kg kini turun menjadi Rp 65.000-Rp 70.000 per kg. Pemerintah daerah setempat juga tengah mempersiapkan operasi pasar melalui dukungan subsidi daerah setelah pasokan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) tiba.
Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, meminta Satgas Pangan di pusat dan daerah memperkuat pengawasan di lapangan, termasuk di titik lelang dan jalur distribusi.
"Kami minta seluruh Satgas di daerah turun langsung ke lapangan guna memantau kembali perkembangan harga cabai," katanya.
Pengawasan tersebut dilakukan agar harga tidak melebihi ketentuan Harga Acuan Penjualan (HAP) serta tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan konsumen.





