Bestari PSI Anggap Meninggikan PT Jadi Upaya Jegal Partai Buat Bertumbuh

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus mempertanyakan alasan Ketum NasDem Surya Paloh yang mendorong ambang batas parlemen atau parlementary treshold (PT) di angka tujuh persen.

Diketahui, usul PT tujuh persen dari NasDem ini naik tiga angka dari Pemilu 2024 yang sebesar empat persen.

BACA JUGA: PSI se-Kota Semarang Tetap Kompak, Buktinya Berbagi di Ramadan

"Kalau naik ini apa alasannya? Kan, harus jelas. Sebaiknya Bang Surya, orang yang saya hormati, memberikan alasan-alasan yang rasional, yang dapat diterima oleh semua pihak," kata Bestari saat dihubungi, Rabu (25/2).

Eks anggota DPRD Jakarta itu menyebut setiap partai memang punya hak mengusulkan angka ideal PT. Namun, parpol juga perlu mengungkap alasan di balik gagasan.

BACA JUGA: Usulan PT Jadi 7 Persen Bisa Jadi Sandungan PSI ke Parlemen

"Tentu haruslah disertai alasan-alasan yang jelas, yang juga baik, yang juga maksudnya baik. Kan, seperti itu seharusnya," kata Bestari.

Dia menyebut PSI berharap ambang batas parlemen pada Pemilu 2029 tidak lebih tinggi daripada kontestasi politik 2024.

BACA JUGA: NasDem Usul PT 7 Persen, PAN Punya Sikap Beda

"Kami, saya pribadi, jangan sampai, lah," ujar Bestari.

Dia mengatakan Ketua Harian PSI Ahmad Ali menganggap langkah meninggikan PT sebagai upaya menjegal parpol baru untuk tumbuh.

"Meninggi-ninggikan threshold itu hanya sekadar untuk membuat partai-partai yang akan baru bertumbuh menjadi gagal dalam pencapaian," lanjut Bestari mengutip pernyataan Ahmad Ali.

Selain itu, dia menyebut Ahmad Ali mengingatkan partai tidak menggali kuburan sendiri ketika mengusulkan PT tujuh persen.

"Kedua, jangan sampai pula, ini seperti kata, kata beliau, jangan sampai seperti mau menggali kuburan sendiri, akhirnya nanti terkubur sendiri begitu, karena tidak mencapai angka tujuh persen," ujar Bestari.

Ketum NasDem Surya Paloh menyebut parpolnya konsisten memperjuangkan PT tujuh persen, seperti diusulkan pada 2020 untuk Pemilu 2024.

“Biasanya NasDem itu harusnya tetap konsisten saja di situ,” ujar Paloh di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Sabtu (21/2). (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seorang Pemuda Diduga Dianiaya Dua Oknum TNI, Begini Kejadiannya


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Masjid Bergaya Timur Tengah Berdiri di Tengah Permukiman Pasar Minggu
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Anak Eks Kapolri dan Eks Kader PDIP Temui Jokowi di Solo, Mau Gabung PSI
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Lintasarta Hadirkan AI Marketspace, Jawab Tantangan Integrasi AI di Industri
• 4 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Imsak dan Buka Puasa 25 Februari 2026 di Jakarta dan Sekitarnya
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadi Pesepak Bola & Penyanyi? Sabrina Mutiara Bisa Dua-duanya!
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.