REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa Ramadhan adalah salah satu amal ibadah dalam Islam. Bahkan, ini menjadi sebuah rukun Islam.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Nabi Muhammad SAW bersabda:
Baca Juga
Trump: Iran Bangun Rudal yang Bisa Capai Amerika
BTN Bukukan Laba Rp 230 Miliar, Optimistis Tumbuh 22 Persen Tahun Ini
Ketum Persis: Wajar Masyarakat Suka Kejagung Pamerkan Sitaan Korupsi
بُني الإسلامُ على خمس: شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدًا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، والحج، وصوم رمضان
"Islam dibangun di atas lima dasar: (1) persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, (2) menegakkan shalat, (3) menunaikan zakat, (4) haji (ke Baitullah) dan (5) puasa di bulan Ramadhan" (HR Bukhari dan Muslim).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Karena itu, seorang Muslim sepatutnya tidak melakukan aktivitas sia-sia selama bulan suci Ramadhan. Ada beberapa kesia-siaan dalam hal ini.
Pertama, menganggap Ramadhan sama seperti bulan-bulan lainnya. Maka, janganlah seorang Muslim memandang Ramadhan sebagai bulan biasa.
Sepatutnya, dia mengetahui bahwa Ramadhan adalah bulan yang memiliki banyak keutamaan. Karena itu, di sepanjang bulan suci ini ia perlu meningkatkan amal ibadah, baik yang sunah maupun terutama yang wajib.
Kedua, meninggalkan keutamaan (fadhilah) Ramadhan. Tak sedikit Muslimin yang justru menyia-nyiakan fadhilah bulan suci Ramadhan dan justru larut pada konsumerisme.
Sebagai contoh, ramainya pusat perbelanjaan pada akhir Ramadhan atau jelang Idul Fitri. Ini tidak berarti melarang seorang Muslim berbelanja. Bagaimanapun, alangkah patutnya bila ia tidak menyia-nyiakan 10 hari terakhir Ramadhan.
Infografis Hal yang Membatalkan Puasa Ramadhan - (Republika)