Jajaran Polres Jaksel Dites Urine Dadakan Imbas Kasus Narkoba Eks Kapolres Bima

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Jakarta Selatan menggelar tes urine secara mendadak terhadap seluruh jajarannya pada Senin (23/2/2026).

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan AKBP Prasetyo Noegroho mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, seluruh anggota Polres Jakarta Selatan dinyatakan negatif narkotika.

“Alhamdulillah (hasilnya) negatif semua,” kata Prasetyo saat dihubungi, Rabu (25/2/2026).

Baca juga: Petugas Damkar Diteror Usai Bikin Konten Soal Helm: Katanya Tunggu Saya, Ada Kejutan

Prasetyo berujar, pemeriksaan itu diawasi secara ketat oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) serta dilakukan pengujian langsung oleh tim medis dari Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes).

Ia menegaskan, kegiatan ini bertujuan memastikan tidak ada anggota kepolisian yang terjerat penyalahgunaan narkotika sebagai aparat penegak hukum.

“Sebelum kami menindak masyarakat yang menyalahgunakan narkoba, kami harus memastikan dulu bahwa tubuh kami sendiri, internal kami, bersih dari barang haram tersebut," tegas Prasetyo.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKBP Murodih menyampaikan bahwa terlepas dari perintah Kapolri, pemeriksaan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan secara insidental atau mendadak.

“Bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan secara insidental sebagai fungsi kontrol dan pengawasan melekat kepada anggota,” kata dia.

Ia menambahkan, apabila dalam pemeriksaan selanjutnya ditemukan ada anggota yang mengonsumsi narkoba, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Baca juga: Pemkab Bekasi Siapkan Rp 178 Miliar untuk Perbaikan Jalan, Proritaskan Pantura dan Kalimalang

Perintah Kapolri

Diberitakan sebelumnya, seluruh anggota Polri akan menjalankan pemeriksaan urine usai terungkapnya kasus narkoba yang menjerat mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro.

Diketahui, Didik telah ditetapkan sebagai tersangka setelah kedapatan memiliki satu koper penuh narkoba untuk dikonsumsi sendiri.

Tes urine untuk seluruh anggota kepolisian tersebut merupakan perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

"Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko usai sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap Didik, di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (19/2/2026).

"Sekali lagi, melaksanakan kegiatan pemeriksaan urine yang akan kita laksanakan di seluruh wilayah atau jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia secara serentak," sambungnya menegaskan.

Tes urine tersebut akan melibatkan fungsi pengawasan internal maupun eksternal, baik di tingkat Mabes Polri maupun hingga kewilayahan.

Baca juga: Terungkap, Ini Modus Polisi di Tangerang Gadaikan Mobil Rental Rp 25 Juta

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Langkah itu merupakan bentuk komitmen dan konsistensi Polri dalam menindak setiap perbuatan tercela yang dilakukan anggotanya, terutama terkait penyalahgunaan narkotika.

"Masih maraknya kasus narkoba yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang berdampak pada tidak optimalnya penanganan dan pemberantasan narkoba sebagai program Asta Cita Presiden Republik Indonesia," ujar Trunoyudo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Menkeu Purbaya Beberkan Realisasi APBN KiTa Februari 2026, Bicara THR hingga Inflasi
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Isu Mutasi Dokter Piprim, Kemenkes Sebut Wamen Sekadar Minta Penjelasan
• 3 jam laludisway.id
thumb
Rekomendasi HP OPPO Terbaru Harga 2 Jutaan, Spek Kencang Baterai Besar
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Guru Sebut Siswi SD yang Terseret Banjir Lahar Semeru Belum Masuk Sekolah: Masih Trauma
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
RI Masih Membutuhkan 272 Ribu Dokter, Begini Langkah Konkret Kemenkes
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.