- YLBHI mengingatkan Panglima TNI agar hati-hati mengirim pasukan ke Gaza tanpa mandat resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
- Pengiriman pasukan tanpa mandat PBB berisiko dianggap ilegal dan dapat dikategorikan sebagai kombatan oleh pihak terkait.
- Presiden Prabowo berkomitmen mengirim hingga 8.000 personel pasukan perdamaian Indonesia dalam kerangka Board of Peace (BoP).
Suara.com - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mewanti-wanti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan kepala staf angkatan agar tidak sembarangan mengirim pasukan di Gaza, Palestina.
Menurut Isnur, pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza tidak bisa hanya bermodal keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP). Perlu mandat konstitusi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"TNI ketika berangkat tanpa mandat konstitusi, tanpa mandat dari apa namanya PBB, dia menjadi ilegal. Ini fungsi TNI apa ini tentara berangkat ini ke sana?" kata Isnur.
"Panglima TNI, kepala ataf semuanya harus hati-hati. Kalau Anda memberangkatkan hanya bermodal dengan perintah dari BoP, Anda ilegal," sambung Isnur.
Keberangkatan tentara asal Indonesia ke Gaza tanpa mandat PBB bisa dianggap lain, bukan sebagai pasukan perdamaian, melainkan sebagai kombatan.
"Anda ke sana bukan lagi sebagai pasukan perdamaian, bisa dianggap kombatan. Maka kemudian Hamas wajar bersikap 'saya akan tolak tentara dari asing, ngapain ini?'," kata Isnur.
"Apalagi di sana sekarang kan mayoritas dikuasai oleh Israel kan, 80 persen. Maka kemudian Indonesia akan berdiri bersama Israel bagi situasi diplomasi internasional," ujarnya.
Siap Kirim 8 Ribu Pasukan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen mengirimkan pasukan perdamaian di Gaza, Palestina, seiring upaya mencapai perdamaian melalui keikutsertaan Indonesia di Board of Peace (BoP).
Baca Juga: Viral Donald Trump Minta Prabowo Pegangi Dokumen BoP dan Pulpen, Ekspresinya Jadi Sorotan
Komitmen itu disampaikan Prabowo dalam pertemuan perdanna Dewan Perdamaian di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Memulai pernyataannya di ruangan, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mendukung rencana Trump dalam upaya perdamaian melalui BoP.
"Presiden Trump, para delegasi yang terhormat, Indonesia sejak hari pertama kami mempelajari rencana 20 poin Presiden Trump, kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini. Itulah sebabnya kami bergabung dengan Board of Peace. Kami berkomitmen atas keberhasilannya," tutur Prabowo.
Prabowo menyadari akan banyak rintangan serta kesulitan yang akan dihadapi. Kendati demikian Prabowo menegaskan Indonesia sangat optimis dengan kepemimpinan Trump di BoP.
"Visi perdamaian nyata ini akan tercapai. Akan ada masalah, tetapi kita akan menang. Kita akan mencapai impian kita akan perdamaian di Palestina, perdamaian, solusi yang langgeng dan damai untuk masalah Palestina dan di Gaza. Pencapaian gencatan senjata ini adalah nyata, kami memuji hal ini," kata Prabowo.
Prabowo lantas menegaskan komitmen Indonesia melalui keikutsertaannya di Dewan Perdamaian untuk turut mengirimkan pasukan perdamaian.
"Oleh karena itu, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk menyumbangkan sejumlah besar pasukan, hingga 8.000 personel atau lebih jika diperlukan," kata Prabowo.
"Kami siap mengerahkan pasukan untuk mengambil bagian secara aktif dalam Pasukan Stabilisasi Internasional demi mewujudkan perdamaian ini," sambung Prabowo.




