Bisnis.com, JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) berencana melanjutkan ekspansinya pada tahun ini, baik terhadap gerai Fore Donut maupun Fore Coffee. Dalam rencana manajemen, sebanyak sekitar 100 gerai akan dibangun perseroan pada 2026, melanjutkan ekspansi pada tahun lalu.
Direktur Strategi dan Pengembangan Perusahaan Fore Kopi Indonesia Fahmi Rachmattulah, menerangkan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan sedikitnya 70 gerai baru pada tahun ini.
Rencana ekspansi itu akan tidak hanya dilakukan FORE ke wilayah tier 2 dan tier 3, melainkan juga tetap memastikan pasar di wilayah kota tier 1.
”Masih sama dengan tahun lalu, 70 gerai. Konsepnya masih sama, ke [wilayah] tier 2, tier3, tier 1 juga masuk. Jadi tier 1-nya 50%, sementara tier 2 dan 3-nya another 50%,” katanya ketika ditemui Bisnis di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Terhadap setiap gerai yang dibangun, FORE akan mengalokasikan Rp2 miliar. Fahmi menegaskan, upaya ekspansi itu akan dijalankan Fore dengan cukup berhati-hati, dalam hal pemilihan lokasi hingga memastikan daya beli masyarakat setempat.
Sementara itu, terhadap rencana ekspansi pasar internasional, Fahmi belum dapat memastikan hal tersebut. FORE masih akan fokus melakukan ekspansi di dalam negeri guna memaksimalkan peluang di pasar dalam negeri.
Baca Juga
- FORE Ogah Ikut Tren Kopi Keliling 'Jemput Bola', Sebut Beda Kelas
- Siasat Fore Kopi (FORE) Amankan Lindungi Harga Bahan Baku, Contract Farming
- Fore Kopi (FORE) Siap Buka Banyak Gerai Baru di 2026, Meski Daya Beli Loyo
”Karena marketnya FORE, kami lihat memang peluangnya masih gede. Jadi kami memang ketemu niche-nya dan ini ada opportunity yang masih bisa kami tap in. Jadi, regardless kesempatan di luar negerinya menarik, tapi di Indonesia sendiri, kami lihat ada opportunity yang bisa kami tap in dulu,” katanya.
Selain terhadap gerai Fore Coffee, FORE juga berencana melakukan ekspansi terhadap gerai Fore Donut. Bisnis yang digadang menjadi new engine bagi perseroan ini ditargetkan dapat menambah gerai hingga 30 unit di wilayah Jawa. Pembangunan gerai Fore Donut sendiri disebut bakal menyerap capex sedikit lebih tinggi dari Rp2 miliar per gerai.
”Fore Donut kami fokusnya di Jawa dulu, terutama di mal. Kami bakal masuk semaksimal mungkin karena di mal, kami ibaratnya masih butuh awareness. Terus butuh traffic. Rata-rata kalau sudah di mal kan sudah ada traffic-nya,” katanya.
Terhadap sumber capex, Fahmi menerangkan akan memaksimalkan penggunaan cashflow internal dan sisa dana IPO yang baru saja didapatkan FORE pada 2025 lalu. Per Januari 2026, FORE baru merealisasikan Rp101,84 miliar dana IPO atau setara dengan 30,20%.
Adapun sepanjang periode Januari—September 2025, FORE telah merealisasikan 60 gerai baru terbangun. Penambahan gerai itu sekaligus membuat FORE mengoperasikan 250 gerai di Tanah Air dan Singapura.
Sementara terhadap gerai donut, hingga saat ini FORE telah mengoperasikan 3 gerai di wilayah Jabodetabek. Wilayah tersebut antara lain Panglima Polim, Mal Grand Indonesia, dan Supermal Karawaci.
Adapun sepanjang periode Januari—September 2025, FORE membukukan pendapatan senilai Rp1,04 triliun. Torehan pendapatan tersebut naik 43,22% secara YoY dari Rp727,37 miliar pada periode yang sama 2024.
Pertumbuhan pendapatan FORE sejalan dengan bertumbuhnya segmen pendapatan perseroan per kuartal III/2025. Pada segmen minuman, misalnya, FORE membukukan pendapatan senilai Rp936,68 miliar, naik dari Rp660,44 miliar pada periode kuartal III/2024.
Begitu juga pada segmen makanan, FORE membukukan pendapatan yang melesat signifikan ke Rp100,40 miliar pada kuartal III/2025, dari Rp63,45 miliar pada periode yang sama 2024.
Sejalan dengan meningkatnya pendapatan perseroan, FORE turut membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih senilai Rp60,10 miliar pada kuartal III/2025, naik 41,94% YoY dari Rp42,34 miliar pada periode yang sama 2024.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





