Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediyati Hariyadi atau Titiek Soeharto, mengatakan bawang merah asal Brebres sangat potensial untuk diekspor ke pasar global. Menurutnya, selama ini permintaan bawang merah juga tinggi di berbagai negara.
“Kalau harganya tinggi, Insyaallah demand ada terus dan kalau lebih pun bisa diekspor. Jadi pasarnya selalu ada,” kata Titiek saat kunjungan spesifik dalam rangka reses masa persidangan II Tahun Sidang 2025-2026 ke Kabupaten Brebes, Jawa Tengah seperti dikutip laman DPR RI, Rabu (25/2).
Titiek berharap industri bawang merah tidak hanya terpusat di Kabupaten Brebes, tetapi bisa disalurkan ke beberapa daerah di Indonesia. Tujuannya untuk memberi nilai tambah produk dalam negeri di pasar global.
“Saya harap tidak hanya di Brebes yang sentra bawang merah selama ini, tapi bisa dikembangkan di daerah-daerah lain, supaya ekspor kita juga bisa meningkat lagi,” jelasnya.
Selanjutnya, Titiek mencatat sejumlah kebutuhan mendesak ketika berdialog dengan para petani. Kata dia, petani meminta dukungan pembangunan cold storage untuk menjaga kualitas dan stabilitas harga saat panen raya, serta ketersediaan bibit unggul dan pupuk.
“Kami menanyakan juga kepada petani-petaninya apa lagi yang masih dibutuhkan, mereka masih butuh cold storage, mungkin pupuk, bibit. Ini menjadi perhatian kami,” tegas Titiek.
Titiek melihat langsung proses pengolahan bawang merah menjadi produk bernilai tambah, seperti bawang goreng dan pasta bawang merah. Menurut dia, produk olahan tersebut bukan hanya laris di pasar domestik tetapi tembus ke pasar ekspor.
“Ternyata bawang merah itu kita hasilnya sudah melimpah. Alhamdulillah, kita bisa ekspor,” kata Titiek.
Kata dia, produk olahan bawang merah di Kabupaten Brebes sudah ekspor ke Vietnam, Thailand, Malaysia, Singapura hingga ke Arab Saudi. Bahkan, lanjut dia, keuntungan yang diraup petaninya cukup fantastis.
“Petani bilang modalnya Rp 40 juta per hektare, hasilnya Rp 350 juta per hektare. Jadi untungnya besar sekali,” ujarnya.
Lebih lanjut, Titiek mengungkapkan bawang merah tidak hanya dijual gelondongan mentah tetapi diproses dalam bentuk produk olahan seperti bawang goreng dan pasta bawang merah. Selain itu, hasil produk olahan tersebut diekspor ke Arab Saudi untuk kebutuhan konsumsi jemaah Indonesia.
“Ternyata pasta bawang merah itu diekspor ke Saudi, nanti buat bumbu-bumbu, mungkin buat jemaah kita di sana ya. Jadi prospek daripada bawang merah ini bagus sekali di Indonesia,” tambahnya.





