Kemhan soal 4.000 ASN Dilatih Komcad: Sukarela, Diadakan 2 Gelombang

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan, pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 aparatur sipil negara (ASN) bersifat sukarela dan tanpa unsur paksaan.

Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen Rico Sirait, menjelaskan program tersebut akan dilaksanakan pada April 2026 dan saat ini telah memasuki tahap registrasi dan pendaftaran sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN).

“Kalau ada yang masih bertanya-tanya, tadi sudah ditanyakan perwakilan ya, itu akan dilaksanakan bulan April ini. Sekarang sudah masuk tahap registrasi dan pendaftaran sesuai dengan Undang-Undang tentang PSDN tahun 2019 Nomor 23. Itu adalah sifatnya tetap menjadi bagian dari sukarela,” ucap Rico kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (25/2).

“Syarat-syaratnya adalah sukarela. Sehingga tidak ada unsur paksaan, kewajiban, dan sebagainya, tidak ada. Kita hanya memberikan kuota jumlah orang yang dibutuhkan dari masing-masing kementerian, dari 49 kementerian yang ada,” kata Rico.

Ia menjelaskan, kuota peserta disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia di tiap kementerian.

“Biasanya akan ditentukan dari, misalnya satu kementerian A jumlahnya 1.000, kementerian B jumlahnya 500, maka kuotanya dari kementerian A ya mungkin hanya 50 orang, kementerian B hanya 10 orang. Kuotanya disesuaikan dengan jumlah sumber daya manusia yang ada di situ,” ujarnya.

Menurut Rico, para pendaftar akan melalui proses seleksi untuk memastikan kondisi kesehatan dan fisik.

“Dan akan diseleksi. Tujuannya dari seleksi adalah dipastikan yang bersangkutan sehat, dipastikan yang bersangkutan tidak ada kondisi fisik yang membatasi. Kalau secara gender, apakah laki-laki dan perempuan, itu diserahkan kepada instansi ataupun kementeriannya masing-masing,” jelasnya.

“Yang dikirimkan sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan di internal, ya itu yang nantinya akan diproses secara administrasi,” tambahnya.

Pelaksanaan pelatihan akan dibagi dalam dua gelombang, masing-masing berlangsung selama satu setengah bulan.

“Pelaksanaan akan dilaksanakan selama dua gelombang. Tiap-tiap gelombang satu setengah bulan. Jadi gelombang pertama 2.000 orang, kemudian dilaksanakan satu bulan setengah. Dilanjutkan gelombang kedua 2.000 orang untuk satu bulan setengah berikutnya,” ucap Rico.

Ia menambahkan, pelatihan akan digelar di satuan-satuan militer di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Sebagian besar karena kementerian ada di wilayah Jakarta. Bogor ada ya? Saya rasa enggak ada. Jakarta, mungkin Bekasi ada sedikit, Depok, Tangerang, nanti pelaksanaannya di daerah-daerah satuan-satuan militer yang ada di wilayah Jakarta,” tutur Rico.

“Kita akan kabarkan kembali untuk lokasi tempat kegiatannya, sehingga bisa rekan-rekan mungkin pada saat pembukaan atau pada saat penutupan bisa ikut untuk melakukan liputan kegiatan,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AL Butuh 500 Personel untuk Awaki Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Aksi di Depan Mapolda DIY Sempat Ricuh, 3 Mahasiswa yang diamankan Diserahkan Ke Pihak Rektorat
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Emas Masih Berpeluang Menguat, XAU/USD Berpotensi Sentuh 5.100 di Akhir Februari
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bukan Ditutup, Pemerintah Setop Izin Baru Alfamart-Indomaret Usai Ada Kopdes
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Polisi Siapkan Delay System Antisipasi Macet di Merak Saat Arus Mudik
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.