JAKARTA, KOMPAS.TV- Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Adian Napitupulu meminta teror terhadap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto dihentikan.
Demikian Adian Napitupulu merespons teror terhadap Ketua BEM UGM yang menyebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program pemerintah yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) untung hingga Rp1,8 miliar.
“Teror sudah nggak laku hidup jaman sekarang, duduk di meja sampaikan argumen masing-masing. Menurut saya pelaku teror sudahlah hentikan. Kalau Indonesia mau beradab, jangan teror,” ucap Adian sebagaimana laporan Jurnalis KompasTV Putu Trisnanda, Rabu (25/2/2026).
Adian mengatakan, seharusnya dengan adanya pernyataan yang disampaikan Ketua BEM UGM pihak yang merasa itu tidak benar menunjukkan data.
Baca Juga: Ketua Banggar DPR Soal Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India: Tidak Perlu Pikir Ulang, Batalkan
“Kata lawan kata, data lawan data, buku lawan buku. Jangan kata, data, buku dilawan intimidasi dan teror,” ujar Adian.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut narasi yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun sebagai informasi yang menyesatkan.
Pernyataan itu diungkapkan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya merespons video Ketua BEM UGM yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun serta dugaan mark-up bahan baku hingga isu kepemilikan dapur yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu.
“Mitra mendapatkan ‘untung bersih’ Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi,” kata Sony Sonjaya, Sabtu (21/2) dalam keterangan yang diterima KompasTV.
Baca Juga: Kejaksaan Resmi Hentikan Kasus Guru Honorer Rangkap Jabatan di Probolinggo
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- ketua bem ugm diteror
- ketua bem ugm
- adian napitupulu
- tiyo ardianto
- makan bergizi gratis
- badan gizi nasional





