Israel Tolak Bayar Iuran Board of Peace untuk Rekonstruksi Gaza

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Israel tidak akan berkontribusi pada rekonstruksi Jalur Gaza melalui Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump, kata Ze’ev Elkin, yang menjabat sebagai menteri kedua di Kementerian Keuangan, kepada radio lokal pada hari Minggu.

"Kami tidak akan mendanai Dewan Perdamaian; tidak ada alasan untuk itu," kata Elkin, yang duduk di Kabinet Keamanan Yerusalem, kepada saluran pemerintah Kan Reshet Bet  dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Baca Juga :
RI Gabung Board of Peace, Prabowo: Kami Dukung Rencana Donald Trump
Iran Bantah Tuduhan sedang Membuat Rudal yang Bisa Menjangkau AS: Trump Bohong Besar!

"Kami diserang," kata Elkin, merujuk pada invasi teroris lintas batas yang dipimpin Hamas dari Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023. Menteri tersebut menyimpulkan: "Tidak ada alasan bagi kami untuk membayar rekonstruksi."

Menurut Kan News, pemerintahan Trump mengizinkan negara Yahudi itu untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian tanpa berkontribusi pada upaya rekonstruksi atau biaya operasional organisasi internasional tersebut. Anggota lain, termasuk Qatar dan Uni Emirat Arab, masing-masing telah menyumbangkan lebih dari $1 miliar kepada dewan tersebut.

Laporan tersebut mengutip sumber pemerintah Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengklaim bahwa pengecualian pembayaran tersebut membantu mengurangi tekanan politik domestik terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menghadapi kritik karena setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bersama negara-negara yang bermusuhan seperti Qatar dan Turki.

Rencana perdamaian Trump akan membuat Gaza "siap untuk kebangkitan," kata utusan AS Steve Witkoff kepada acara Fox News My View with Lara Trump pada hari Kamis.

Dana sebesar $17 miliar (termasuk $10 miliar dari AS) yang dikumpulkan oleh Dewan Perdamaian "akan menjadi pendorong bagi kita," kata Witkoff kepada menantu perempuan Trump.

Dia menambahkan, "Kita akan memiliki perumahan, dan transportasi massal, dan kita akan dapat membersihkan dan menghancurkan semua area di sana dan mempersiapkannya untuk kebangkitan."

Presiden Trump mengatakan pada pertemuan perdana Dewan Perdamaian pada hari Kamis, bahwa ia percaya Hamas akan meletakkan senjatanya di bawah rencananya, memperingatkan bahwa kelompok teroris tersebut akan "dihadapi dengan sangat keras" jika menolak untuk melakukannya.

Beberapa pemimpin Hamas terkemuka, termasuk Khaled Mashaal dan Musa Abu Marzouk, telah menolak bagian-bagian penting dari rencana perdamaian dalam beberapa pekan terakhir, termasuk perlucutan senjata, meskipun telah menyetujuinya pada bulan Oktober.

Baca Juga :
Trump: AS Kembali Dihormati Dunia, Musuh Gentar
Trump Tuduh Iran sedang Membuat Rudal yang Bisa Mencapai Daratan AS
Publik Diminta Tidak Telan Mentah Narasi di Medsos Tapi Baca Dulu Naskah Kerjasama RI-AS

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Awas! Dapur MBG Pakai Mobil Operasional Buat Belanja ke Pasar Bisa Disuspend
• 51 menit laludetik.com
thumb
532 Tiket Mudik Kereta Api Terjual, Surabaya Jadi Destinasi Favorit
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Tingkatkan Pelayanan Masyarakat, Kapolres Pelabuhan Makassar Cek Langsung Kesiapan Randis Bhabinkamtibmas
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Video: Kemenlu Pastikan WNI di Meksiko Aman Usai Tewasnya El Mencho
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bareskrim Bongkar Perdagangan Bayi Lintas Wilayah, Pelaku Beraksi via Media Sosial
• 7 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.