Grid.ID- Profil Pramono Anung kembali menjadi sorotan publik setelah namanya masuk dalam tiga besar kepala daerah dengan kategori Highest Engagement. Gubernur DKI Jakarta tersebut dinilai sebagai salah satu figur paling banyak menyedot perhatian masyarakat sepanjang tahun pertama masa jabatannya.
Hal itu terungkap dalam riset tahunan Deep Intelligence Research (DIR) bertajuk “Rapor Setahun Pemerintah Daerah Provinsi 2026”. Laporan tersebut menganalisis pemberitaan media dan percakapan publik di media sosial sejak 20 Februari 2025, bertepatan dengan pelantikan kepala daerah.
Data menunjukkan tingkat eksposur dan interaksi publik terhadap dirinya sangat tinggi. Berikut ulasan lengkap profil Pramono Anung, perjalanan karier, pendidikan, hingga harta kekayaannya, dikutip dari Wartakotalive dan Tribunnews.com, Rabu (25/2/2026).
Masuk Tiga Besar Highest Engagement Versi DIR
Dalam laporan Deep Intelligence Research (DIR), lembaga riset media dan digital berbasis Artificial Intelligence (AI), Pramono Anung mencatat angka engagement mencapai 959.157.202 dengan total audience 5.764.849.476. Ia juga tercatat sebagai gubernur dengan publikasi media massa terbanyak dan figur yang paling banyak diperbincangkan di media sosial.
Pemberitaan tentang dirinya didominasi sentimen positif, terutama di wilayah Jakarta, Banten, dan Tangerang. Topik yang paling banyak diangkat terkait transportasi publik, banjir, infrastruktur, serta program pelayanan warga.
Dalam kategori yang sama, posisi pertama ditempati Dedi Mulyadi dengan total engagement 4.256.465.957 dan audience 25.570.049.700. Sementara posisi ketiga diraih Muzakir Manaf dengan 337.185.381 engagement dan audience 1.693.330.015.
Profil Pramono Anung
Pramono Anung lahir di Kediri, Jawa Timur, pada 11 Juni 1963 dengan nama lengkap Dr. Ir. Pramono Anung Wibowo, M.M. Saat ini ia berusia 63 tahun dan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Masa pendidikannya dimulai di SD Pawyatan Daha Kediri (1971–1976), kemudian SMP Pawyatan Daha Kediri (1976–1979), dan SMA 1 Kediri (1979–1982). Pendidikan tinggi ditempuh di Institut Teknologi Bandung pada 1982–1988 dengan gelar Sarjana Teknik Pertambangan.
Ia melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada pada 1990–1992. Gelar doktor Ilmu Komunikasi Politik diraihnya dari Universitas Padjadjaran pada 11 Januari 2013, setelah mempertahankan disertasi berjudul “Komunikasi Politik dan Interpretasi Para Anggota DPR terhadap Konstituen Mereka”.
Perjalanan Karier Politik dan Pemerintahan
Pramono Anung memulai karier politiknya sebagai anggota DPR RI, kemudian menjabat Wakil Ketua DPR RI periode 2009–2014 mewakili Fraksi PDI Perjuangan. Pada periode 2014–2019, ia kembali menjadi Anggota DPR RI.
Sebelumnya, ia juga aktif dalam struktur partai dengan menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PDIP pada 2000 dan kemudian Sekretaris Jenderal PDIP lima tahun berikutnya. Ia berperan dalam upaya memenangkan Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009 yang berpasangan dengan Prabowo Subianto, meskipun pasangan tersebut kalah dari Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono.
Di pemerintahan, ia menjabat sebagai Sekretaris Kabinet pada masa Presiden Joko Widodo sejak 12 Agustus 2015 dan kembali menduduki jabatan tersebut dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019–2024. Sebelum terjun penuh ke politik, ia berkarier di dunia bisnis, termasuk sebagai direktur di PT Tanito Harum (1988–1996) dan PT Vietmindo Energitama, serta komisaris di PT Yudhistira Haka Perkasa (1996–1999).
Harta Kekayaan dan Kehidupan Keluarga
Berdasarkan LHKPN per Maret 2024, total kekayaannya tercatat sebesar Rp 104.285.030.477 dan tidak memiliki utang. Rinciannya meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 35.427.059.686, alat transportasi Rp 1.385.000.000, harta tak bergerak lainnya Rp 19.135.000.000, surat berharga Rp 37.250.208.528, serta kas atau setara kas Rp 11.087.762.263.
Dalam kehidupan pribadi, ia menikah dengan Endang Nugrahani. Dari pernikahan tersebut, ia memiliki dua anak, termasuk Hanindhito Himawan Pramana.
Kini, profil Pramono Anung sebagai Gubernur DKI Jakarta semakin menguat setelah satu tahun masa jabatan. Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, ia aktif menangani isu-isu strategis seperti transportasi publik, penanganan banjir, pembangunan infrastruktur, dan pelayanan warga. Dengan capaian engagement tinggi dan dominasi sentimen positif di media, kiprah politik dan pemerintahan Pramono Anung terus menjadi perhatian publik nasional. (*)
Artikel Asli



