REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON – Rangkaian dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali menyoroti pola lama Jeffrey Epstein dalam membangun pengaruh di Timur Tengah.
Dokumen tersebut menunjukkan adanya titik temu yang konsisten antara aktivitas Epstein dengan kepentingan Israel, baik melalui kedekatan dengan elite, pemberian sinyal politik, maupun pengaturan keamanan.
Baca Juga
Terduga Penganiaya Petugas SPBU di Cipinang Terbukti Konsumsi Sabu dan Ganja
Waktu Berbuka di Gaza, Merasakan Ramadhan dengan Penuh Ketakutan
Ahli Ibadah tak Lebih Mulia Dibanding Pekerja
Salah satu poin krusial dalam dokumen tersebut berpusat pada sebuah gedung milik Epstein di Upper East Side, Manhattan. Laporan sejumlah media yang mengutip surat elektronik (email) tersebut menunjukkan adanya koordinasi protokol akses dan pemasangan sistem keamanan oleh personel yang terkait dengan pemerintah Israel di properti tersebut, tulis Palestine Chronicle.
Mantan perdana menteri Israel, Ehud Barak, dilaporkan pernah menginap di properti Epstein dalam jangka waktu yang lama. Korespondensi tersebut menyiratkan adanya hubungan yang terstruktur, mencakup prosedur pembersihan keamanan, daftar personel yang membutuhkan akses, serta diskusi mengenai kontrol pengawasan yang dikoordinasikan dengan pejabat misi Israel di New York.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Meskipun kemunculan nama dalam dokumen ini bukan bukti tindak pidana, detail operasional tersebut menempatkan infrastruktur keamanan negara Israel di dalam alamat milik Epstein.