PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyiapkan uang tunai sebesar Rp44 triliun untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Alokasi tersebut meningkat 5% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp41,9 triliun.
Dana tunai itu akan disalurkan melalui 12.900 unit ATM dan cash recycling machine (CRM) yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Baca Juga: Purbaya Perpanjang Penempatan Dana Rp200 triliun, Bank Mandiri Nilai Redakan Persaingan Likuiditas
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, peningkatan kesiapan uang tunai sejalan dengan proyeksi kenaikan kebutuhan transaksi masyarakat selama bulan Ramadan hingga puncak arus mudik dan Hari Raya Idulfitri.
“Penyediaan uang tunai ini merupakan wujud komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan sinergi yang terintegrasi di seluruh jaringan layanan kami, sehingga kebutuhan transaksi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi secara optimal,” ujar Adhika dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).
Ia menjelaskan, rata-rata kebutuhan pengisian uang tunai diperkirakan mencapai Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun per hari. Kebutuhan tersebut dipicu oleh meningkatnya aktivitas konsumsi, pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) aparatur sipil negara (ASN), serta tingginya mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H.
Proyeksi tersebut disusun berdasarkan pola historis transaksi dan tren pertumbuhan ekonomi domestik yang umumnya meningkat signifikan selama periode Ramadan dan Lebaran.
Untuk mendukung kelancaran distribusi uang layak edar, Bank Mandiri juga berpartisipasi dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia. Program ini mencakup layanan penukaran uang Rupiah baru dan layak edar melalui pemesanan digital di aplikasi PINTAR BI, kas keliling, serta titik penukaran bersama perbankan di berbagai daerah.
Baca Juga: Laba Bersih Bank Mandiri Tembus Rp4,65 Triliun, Tumbuh 16,25% di Januari 2026
Sejalan dengan itu, Bank Mandiri turut menyiapkan likuiditas sebesar Rp18 triliun pada Rekening Settlement Dana (RSD) BI-Fast untuk mengantisipasi lonjakan transaksi non-tunai pada periode 18–25 Maret 2026, atau sekitar Rp2,5 triliun per hari.
Selain kesiapan uang tunai dan likuiditas antarbank, Bank Mandiri memastikan seluruh kanal layanan elektronik beroperasi optimal selama libur Lebaran.
“Nasabah juga dapat mengoptimalkan berbagai kebutuhan transaksi perbankan maupun gaya hidup melalui Livin’ by Mandiri yang saat ini telah digunakan oleh 37,9 juta pengguna terdaftar,” tutup Adhika.





