VIVA – Putri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan telah diangkat sebagai "Direktur Jenderal Rudal", menurut informasi intelijen yang diperoleh pemerintah Korea Selatan pada 22 Februari 2026, seperti dilansir Chosun Daily, Rabu, 25 Februari 2026.
Sumber-sumber tingkat tinggi yang mengetahui laporan tersebut menyebutkan bahwa otoritas intelijen juga mendeteksi keterlibatan aktif sang putri dalam memantau Kongres Partai Buruh ke-9 yang sedang berlangsung di Pyongyang sejak 19 Februari.
Selama ini, publik internasional mengenalnya dengan nama "Kim Ju-ae". Namun laporan terbaru menyebut nama yang terkonfirmasi adalah "Kim Ju-hae". Identitas resminya sendiri belum pernah diumumkan oleh media pemerintah Korea Utara.
Kim Ju Ae adalah anak perempuan dari Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan istrinya Ri Sol-ju. Ia lahir sekitar tahun 2012-2013. Artinya masih berusia sekitar 13 tahun atau bersekolah di sekolah menengah.
Penunjukan Ju-ae sebagai "direktur jenderal rudal" dinilai sebagai langkah strategis dalam proses suksesi kepemimpinan. Badan Intelijen Nasional sebelumnya melaporkan kepada Komite Intelijen Majelis Nasional pada 12 Februari bahwa situasi ini merupakan "tahap penunjukan sebagai penerus", serta telah terdeteksi kondisi di mana putri Kim "memberikan pendapat tentang beberapa kebijakan."
Secara formal, jabatan direktur jenderal rudal diketahui dipegang oleh Jang Chang-ha -- seorang politikus senior dan tentara Korea Utara yang berada di garis depan pengembangan rudal Korea Utara di Akademi Pengembangan Pertahanan.
Belakangan, laporan intelijen menyebut bahwa putri Kim menerima laporan langsung dari para jenderal dan mengeluarkan arahan, menunjukkan peran yang melampaui simbolis.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong-un secara konsisten membawa putrinya ke lokasi uji coba senjata strategis, termasuk peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasong-17 pada November 2022. Saat itu, media Korea Utara untuk pertama kalinya mengonfirmasi keberadaan sang putri dengan menyebutnya sebagai "anak kesayangan", tanpa mengungkapkan namanya.
Nama "Ju-ae" pertama kali muncul pada 2013 setelah diungkapkan oleh Dennis Rodman, mantan pemain NBA yang berkunjung ke Pyongyang. Dalam wawancara dengan media Inggris, Rodman mengaku pernah menggendong putri Kim yang ia sebut bernama Ju-ae.





