Suasana tenang di kota wisata Tapalpa, Meksiko Barat, berubah mencekam pada Minggu pagi ketika terjadi rentetan tembakan senapan mesin dan deru helikopter mengguncang sebuah resor mewah di kawasan pegunungan negara bagian Jalisco.
Resor mewah itu ternyata menjadi tempat persembunyian terakhir Nemesio Oseguera Cervantes alias “El Mencho" sebelum ditembak mati oleh pasukan militer Meksiko.
Pentolan mafia dan pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) itu selama ini dikenal gembong narkoba paling dicari di Meksiko dan kepalanya dihargai 15 juta dolar oleh pemerintah Amerika Serikat (AS).
Saat dilakukan operasi militer besar-besaran, El Mencho mencoba melarikan diri dari kepungan aparat. Ia terluka saat berupaya kabur dan akhirnya tewas saat diterbangkan menuju rumah sakit.
Laporan Agence France-Presse (AFP) menyebutkan seorang wisatawan yang baru tiba di resor pada malam sebelum penggerebekan menggambarkan suasana mencekam saat terjadinya penggrebekan pada waktu pagi hari.
"Itu sangat menakutkan. Terdengar tembakan dari darat ke udara dan dari udara ke darat," kata saksi yang tidak mau diungkap identitasnya.
Ia memperkirakan baku tembak berlangsung selama beberapa jam. Sementara itu, saat kejadian, otoritas setempat meminta para wisatawan tetap berlindung di dalam resor. Mereka baru diizinkan meninggalkan lokasi pada Selasa.
Kronologi PenangkapanEl Mencho berada di resor tersebut bersama kekasihnya dan itu awal mula dari pelacakannya. Selama bersembunyi di kawasan Tapalpa Country Club, El Mencho sengaja tidak mengekspos diri secara berlebihan.
Seorang pekerja rumah tangga muda yang tinggal di sekitar lokasi pun mengaku tidak menyangka kalau ada gembong berharga jutaan dolar itu berada di wilayah tersebut.
Namun, seorang wisatawan lain mengaku sempat mendengar kabar bahwa El Mencho berada di kawasan itu. Ia bahkan sempat membayangkan kemungkinan terburuk jika aparat mencoba menangkapnya.
"Itu momen yang sangat menegangkan,” katanya, merujuk pada baku tembak antara pasukan khusus pemerintah dan pengawal bersenjata kartel.
Hingga Selasa, aparat masih membatasi akses ke lokasi baku tembak. Rumah batu dua lantai yang ditempati El Mencho terlihat dikelilingi ratusan selongsong peluru dan sebuah Jeep yang ditinggalkan dengan pintu terbuka.
Sejumlah media Meksiko mempublikasikan foto interior kabin mewah tersebut. Terlihat laci-laci terbuka, tempat tidur tak dirapikan, serta meja dengan gambar-gambar religius dan lilin menyala. Ada pula secarik doa tulisan tangan dan obat-obatan untuk gangguan ginjal yang dilaporkan telah lama diderita El Mencho.
Tewasnya El Mencho membuat Tapalpa yang selama ini dikenal dengan panorama indah dan citra wisata alam seketika berubah menjadi pusat konflik kartel narkoba melawan aparat.
Tak berhenti di situ, anak buah El Mencho pun langsung melakukan serangan balasan yang menyasar 20 dari 32 negara bagian di Meksiko. Banyak kendaraan dan bus dibakar di sejumlah wilayah, termasuk di sekitar Tapalpa, itu belum termasuk gedung perkantoran.
"Mobil dan bus dibakar di pinggiran kota,"
Pada Selasa, suasana Tapalpa tampak lengang. Para wisatawan yang biasanya menghabiskan akhir pekan di kawasan hutan itu memilih segera pulang, meninggalkan kota yang mendadak berubah dari destinasi wisata menjadi lokasi operasi militer terbesar di Meksiko.





