Dalam Pidato Terpanjangnya, Trump Klaim Ekonomi AS Tumbuh Pesat

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato tahunan State of the Union pada hari Selasa (24/02), dengan menyoroti peningkatan hasil ekonomi dan penurunan angka imigrasi, serta memuji pengerahan Garda Nasional dan tim hoki es putra Amerika Serikat.

Dalam pidato terpanjang yang pernah ia sampaikan, yang sebagian besar berfokus pada isu-isu domestik, Trump mengatakan kepada Kongres AS bahwa "negara kita telah kembali" dengan ekonomi yang "menggeliat seperti belum pernah sebelumnya."

Ia mengklaim bahwa "produksi minyak Amerika Serikat meningkat lebih dari 600.000 barel per hari" dan bahwa "produksi gas alam berada pada titik tertinggi sepanjang masa karena saya menepati janji untuk mengebor, baby, mengebor," yang disambut tepuk tangan berkala dari anggota parlemen Partai Republik.

Mengenai imigrasi, Trump membanggakan bahwa Amerika Serikat kini memiliki "perbatasan terkuat dan paling aman dalam sejarah Amerika," dengan mengklaim bahwa sebelumnya "jutaan dan jutaan imigran ilegal" telah memasuki negara itu tanpa pengawasan.

Seolah untuk menunjukkan sejauh mana ia meyakini bahwa negaranya sedang "menang," Trump menyambut tim hoki es putra AS ke ruang sidang, yang baru saja memenangkan medali emas di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina di Italia, serta menganugerahkan Presidential Medal of Freedom kepada penjaga gawang Connor Hellebuyck.

Trump kecam Iran

Beralih ke kebijakan luar negeri, Trump menyebut Iran sebagai "sponsor teror nomor satu di dunia" dan mengatakan bahwa ia "tidak akan pernah" mengizinkannya memperoleh senjata nuklir.

"Mereka sudah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan-pangkalan kami di luar negeri," tandasnya, sebelum mengklaim—tanpa memberikan bukti—bahwa militer Iran "sedang berupaya membangun rudal yang segera dapat menjangkau Amerika Serikat."

Di tengah meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Teheran, Trump menegaskan: "Pilihan saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi."

Di bagian lain, Trump memuji "awal baru yang cerah bagi Venezuela" setelah pasukan khusus AS menculik Presiden Nicolas Maduro dalam penggerebekan pada bulan Januari, yang menurut Trump telah mengesankan para pemimpin dunia.

Sementara Trump menerima tepuk tangan berdiri secara berkala dari para pendukung Partai Republiknya, anggota Partai Demokrat di ruang sidang umumnya tetap duduk. Mereka hanya berdiri untuk tim hoki dan ketika Trump meminta semua anggota parlemen berdiri jika setuju bahwa "tugas pertama pemerintah Amerika adalah melindungi warga negara Amerika, bukan imigran ilegal."

Demokrat menghadapi Trump

Sekitar 50 kursi di ruang sidang tetap kosong karena sejumlah anggota Demokrat memilih memboikot pidato tersebut, sementara beberapa yang hadir mencemooh Trump saat ia berbicara.

Setelah kembali mengulangi klaimnya bahwa ia telah "menyelesaikan delapan perang," anggota Kongres AS dari Michigan, Rashida Tlaib, berteriak: "Itu bohong." Dan ketika Trump memuji pengerahan terbaru ICE di Minnesota, anggota DPR Ilhan Omar berteriak: "Anda telah membunuh warga Amerika Serikat."

Sebelumnya dalam pidato tersebut, anggota DPR dari Partai Demokrat Al Green mengacungkan papan bertuliskan tangan: "Orang kulit hitam bukan kera!" sebagai rujukan pada video rasis yang menggambarkan Barack dan Michelle Obama dan telah dibagikan oleh Trump. Ia kemudian dikeluarkan dari ruang sidang.

Dengan tindakan keras Trump terhadap imigrasi dan rilis berkas Epstein yang masih segar dalam ingatan, sejumlah anggota Kongres AS dari Partai Demokrat mengundang tamu untuk menyoroti kedua isu tersebut.

Senator AS Chuck Schumer dari New York mengundang ibu dari seorang pelajar yang ditahan otoritas imigrasi, sementara anggota parlemen dari Oregon, Maxine Dexter memberikan kursinya kepada penyintas kasus Epstein, Lisa Phillips.

Phillips mengatakan bahwa ia "hanya berharap ada semacam pengakuan" dari presiden dalam pidatonya dan menegaskan: "Kami tidak akan berhenti sampai semua berkas dirilis."

Artikel pertama kali terbit dalam bahasa Inggris

Diadaptasi oleh Ayu Purwaningsih

Editor: Rizki Nugraha

Lihat juga Video: Tekanan Ekonomi AS Meningkat, Data Sinyalkan Perlambatan

width="1" height="1" />




(ita/ita)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Banten Sita 30 Cartridge Vape Narkoba Senilai Rp 60 Juta
• 1 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini Banjarmasin 26 Februari 2026, Subuh Jam Berapa?
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Imigrasi Jakarta Utara Deportasi 9 WNA Pekerja Ilegal di Pergudangan Cilincing
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Danantara Dukung Huntap Korban Bencana Dibangun Pakai Sepablock Semen Padang
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Terungkap Operator Digaji Kripto dari Kasus E-Tilang Palsu
• 12 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.