Bumi Serpong (BSDE) Targetkan Prapenjualan Rp10 Triliun pada 2026

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mematok target prapenjualan sebesar Rp10 triliun pada tahun buku 2026. Angka tersebut relatif sejalan dengan capaian 2025, mencerminkan langkah ekspansi yang terukur di tengah prospek industri properti yang dinilai tetap kondusif.

“Target prapenjualan 2026 kami tetapkan secara prudent dengan memperhatikan prospek industri properti 2026 serta pencapaian kinerja tahun 2025. Fundamental permintaan tetap terjaga, khususnya pada proyek-proyek township seperti BSD City dan kawasan penyangga Jakarta," kata Direktur BSDE, Hermawan Wijaya. 

Dari total Rp10 triliun, segmen residensial diproyeksikan menjadi kontributor terbesar dengan Rp5 triliun atau 50% dari target. Segmen komersial menyumbang Rp3,5 triliun atau 35%, sementara segmen lain-lain ditargetkan Rp1,5 triliun setara 15%.

Proyek-proyek di BSD City diperkirakan menjadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap total target prapenjualan 2026, baik dari produk yang sedang dipasarkan maupun peluncuran baru. 

Baca Juga: Lampaui Target, BSDE Catat Marketing Sales Rp10,04 Triliun Sepanjang 2025

“BSDE terus mengembangkan BSD City sebagai kawasan perkotaan mandiri bernilai tinggi dengan menghadirkan produk residensial dan komersial berkualitas, serta menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai mitra untuk meningkatkan daya tarik BSD City sebagai kota mandiri yang hijau dan modern," ujar Hermawan. 

Kontribusi tambahan juga akan datang dari entitas anak, PT Suryamas Dutamakmur (SMDM), yang diproyeksikan menyumbang sekitar 3,5% dari total target prapenjualan 2026. Angka tersebut berasal dari tiga proyek utama SMDM, yakni Rancamaya, Royal Tajur, dan Harvest City.

Manajemen menilai iklim industri properti tahun 2026 tetap positif berkat dukungan kebijakan fiskal dan moneter, seperti perpanjangan insentif PPNDTP 100% untuk rumah tapak dan apartemen siap huni hingga Rp5 miliar, serta kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas suku bunga dan relaksasi rasio LTV hingga 100%.

Baca Juga: Cerita Perjalanan Sukses Michael Hofmann Pengembang Bisnis Properti yang Terapkan Disiplin Militer dan Pendidikan di Jerman

Untuk memperkuat daya beli, BSDE juga meluncurkan program pemasaran nasional bertajuk “Royal Key”. Program ini menawarkan berbagai insentif, mulai dari potongan harga hingga 26%, subsidi uang muka hingga 15%, gratis BPHTB dan biaya KPA, voucher furnitur, hadiah konsumen, hingga voucher elektronik dalam periode tertentu.

Produk Royal Key 2026 tersedia melalui skema hard cash maupun pembiayaan KPR/KPA/KPT Express, bekerja sama dengan 22 bank rekanan.

“Kami melihat prospek 2026 tetap positif dengan dukungan kebijakan pemerintah yang suportif. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ditambah dengan program pemasaran nasional kami “Royal Key” tersebut akan memperkuat daya beli masyarakat serta akses pembiayaan. Kami optimistis momentum ini dapat berlanjut dan mendukung pertumbuhan kinerja BSDE secara berkelanjutan,” pungkas Hermawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendiktisaintek Terjunkan Ribuan Mahasiswa Dukung Pemulihan Pascabencana di Aceh
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
avi Hernandez Dilirik Timnas Maroko Jelang Piala Dunia 2026, Siap Comeback dan Tinggalkan Mimpi ke Liga Inggris?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Update Harga Antam Kamis Pagi Naik Jadi Rp3.039.000 per Gram
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Balita Tewas dalam Genangan Banjir di Malinau
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Prabowo dan Raja Yordania Tegaskan Komitmen Solusi Dua Negara untuk Perdamaian Palestina
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.