Dave Yakin RI Mampu Jaga Stabilitas Pembangunan Nasional dalam Ketidakpastian Global

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono menyoroti ketidakpastian global cenderung meningkat dan memengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara. 

Menurut Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), lanjut dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada dalam momentum penguatan dan Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) Triwulan III tahun 2025 tetap terjaga, 

Baca Juga :
Genjot 2 Mesin Pertumbuhan Ekonomi di Dalam Negeri, Purbaya: Global Economy, I Don't Care!
Bos BI Buka Peluang Pemangkasan BI Rate di 2026, Simak Pertimbangannya

"Namun demikian, berbagai risiko global perlu terus diwaspadai, termasuk dampak tarif impor Amerika Serikat (AS), konfrontasi geoekonomi, tren reshoring dan friendhoring, dan eskalasi ketegangan geopolitik," kata Dave dalam keterangannya, dikutip Kamis 26 Februari 2026.

Hal tersebut disampaikan Dave dalam sambutannya di acara  Seminar Nasional 2026 bertema "Dynamic Resilience: Menjaga Stabilitas Pembangunan Nasional di Tengah Ketidak pastian Global" yang diselenggarakan oleh Forum Diskusi Nasional (FDN) dan Pimpinan Pusat Kooektif (PPK) Kosgoro 1957 di Kampus IBI-Kosgoro 1957, Jakarra Selatan.

Acara tersebut menghadirkan beberapa panelis top seperti Kepala Pusat Strategi Kebijakan Isu Khusus dan Analisis Data(IKAD) di BSKLN, Gita Loka Murti, Duta Besar Nana Yuliana, Kepala Perwakilan RI untuk Kuba (2020-2025) dan Kader PPK Kosgoro 1957 dan dimoderatori Direktur Riset dan Pengembangan Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI) dan Tenaga Ahli Utama Kedeputian Geopolitik, Dewan Pertahanan Nasional, Ian Montratama.

Sejalan dengan kondisi tersebut, kata Dave KSSK, menekankan pentingnya penguatan sinergi dan koordinasi kebijakan antarlembaga guna memastikan SSK terjaga dan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dari perspektif hubungan internasional, eskalasi ketegangan geopolitik dan friksi geoekonomi (perang tarif, perang teknologi, fragmentasi rantai pasok) serta persaingan atas sumber daya strategis (mineral kritis, energi terbarukan, dan teknologi kecerdasan buatan) membentuk ulang pola kompetisi global," ujarnya.

Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 ini melihat kondisi saat menempatkan negara berkembang, termasuk Indonesia, pada tekanan ganda, menjaga ketahanan domestik sekaligus mempertahankan posisi tawar di arena internasional. 

Dalam konteks ini, konsep geopolitik Bung Karno relevan sebagai kerangka strategis karena menempatkan Pancasila sebagai basis internasionalisme.

"Oleh karena itu Presiden bersama para menteri sedang  menaikkan kepercayaan publik dan kapasitas, agar Indonesia terus dilirik sebagai destinasi investasi dalam pembangunan. Pemerintah juga melakukan transformasi dibeberapa sektor dan perundang-undangan untuk membuat iklim investasi yang nyaman tentu ujungnya terciptanya lapangan pekerjaan,"ungkapnya.

Baca Juga :
Bos BI Blak-blakan soal Biang Kerok Pelemahan Rupiah dalam Beberapa Waktu Terakhir
Geopolitik Makin Memanas, OJK Waspadai Lonjakan Volatilitas Pasar Keuangan Global
Harga Emas Hari Ini Kamis 19 Februari 2026: Produk Antam Kinclong, Global Melorot

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Era Baru Trading! Indikator Akumulasi Distribusi Live Diluncurkan untuk Investor Ritel
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Tren Lebaran 2026: Siluet Loose, Paper Silk dan Sentuhan Elegan yang Lebih Refined
• 11 jam laluviva.co.id
thumb
Messi menyesal tak belajar bahasa Inggris dari dulu
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Pengajuan Kasasi Sudah Naik, Nikita Mirzani Yakin Segera Bebas
• 20 jam lalucumicumi.com
thumb
Siap-Siap Borong! Pemprov DKI Sebar Bazar UMKM hingga ke Kecamatan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.