Surabaya: Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha menilai pemain-pemainnya kurang memaksimalkan peluang dalam laga Super League 2025/2026 di Stadion GBT Surabaya, melawan Persebaya. Sehingga harus kalah 01 oleh Persebaya.
“Kami selalu kalah tipis 1-0 atau 2-1. Ini sangat menyakitkan, tetapi kami harus terus melangkah karena selalu ada pertandingan berikutnya,” kata Tomas dalam konferensi pers di Stadion GBT Surabaya, Rabu malam, 25 Februari 2026, melansir Antara.
Pesepakbola Persebaya Surabaya Gali Freitas (kanan) berusaha menendang bola saat melawan PSM Makassar pada pertandingan pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion GBT Surabaya, Rabu (25/2/2026). ANTARA/Rizal Hanafi
Menurut dia, secara taktis PSM sudah memahami pola permainan tuan rumah dan komposisi pemain yang diturunkan, sehingga seharusnya bisa mengantisipasi lawan.
“Satu gol yang menentukan. Selamat untuk coach Tavares dan Persebaya. Kami pulang tanpa poin dan harus kembali bekerja di latihan,” jelas dia.
Tomas menyoroti catatan 10 pertandingan terakhir yang hanya menghasilkan satu kemenangan, seraya menegaskan statistik tersebut berkaitan erat dengan efektivitas di lini serang. Ia memaparkan dalam laga lawan Persebaya, PSM mencatatkan 40 sentuhan di kotak penalti dan melepaskan 12 tembakan, tetapi banyak peluang tidak berujung gol akibat keputusan akhir yang kurang tepat.
“Masalah kami bukan di pertahanan karena kami tidak kebobolan banyak gol. Tantangan terbesar adalah menciptakan peluang bersih dan menyelesaikannya menjadi gol,” ujar Tomas.
Baca Juga :
Menang 1-0 atas PSM, Persebaya Kokoh di Papan Atas Klasemen“Manajemen sudah melakukan segalanya untuk membantu kami, dan sekarang tugas kami adalah mulai meraih poin,” tegas dia.
Pemain PSM Luka Cumic mengakui timnya tidak bermain maksimal pada babak pertama sehingga kesulitan mengembangkan permainan.
“Kami tidak bermain bagus di babak pertama. Kami butuh lebih banyak energi dan tekanan. Di babak kedua kami mencoba mencetak gol dan harus memberikan 100 persen di pertandingan berikutnya,” ujar Cumic.




