JAKARTA, KOMPAS.TV - Dokter dan ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kopi sebagai “senjata utama” melawan kantuk saat sahur. Terutama bagi mereka yang harus berkendara atau bekerja sejak pagi hari selama puasa.
“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” kata Tan Shot Yen, seperti dikutip Antara beberapa waktu lalu.
Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, efek diuretik pada kopi membuat frekuensi buang air kecil meningkat. Dalam kondisi puasa, ketika tubuh tidak mendapat asupan cairan hingga waktu berbuka, risiko kehilangan cairan menjadi lebih besar.
Dehidrasi ringan saja bisa memicu rasa lemas, sakit kepala, bahkan menurunkan konsentrasi. Situasi ini tentu berbahaya, apalagi bagi pekerja yang harus menyetir atau beraktivitas di lapangan sejak pagi.
Baca Juga: 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Rabu 26 Februari 2026, Cek Jam Operasionalnya
Kantuk Saat Puasa Bukan Sekadar soal Kopi
Tan menilai, rasa kantuk yang muncul saat puasa sering kali bukan karena kurang kafein, melainkan kurang tidur. Perubahan jadwal makan dan ibadah pada malam hari membuat banyak orang memangkas waktu istirahat.
“Tidur kan bagian dari kebutuhan tubuh. Enam sampai tujuh jam buat dewasa,” ujarnya.
Artinya, solusi utama bukan menambah asupan kopi, melainkan memastikan durasi tidur tetap terpenuhi. Ia menyarankan agar waktu tidur malam dimajukan atau membagi waktu istirahat setelah sahur agar kebutuhan tubuh tetap terjaga.
Selain itu, tidur siang singkat juga bisa menjadi strategi aman untuk memulihkan energi.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- tan shot yen
- kopi saat sahur
- bahaya kopi saat puasa
- dehidrasi saat puasa
- tips puasa sehat
- ahli gizi indonesia





