Politikus Gerindra Ini Singgung Dukungan Bu Mega terhadap Program MBG

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Politikus Gerindra Arief Poyuono mengungkit dukungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terhadap makan bergizi garis (MBG) yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Arief, salah satu catatan Bu Mega terhadap program tersebut yang disampaikan Desember 2024, yakni tentang anggaran MBG Rp 10.000 per porsi yang dinilai kurang cukup untuk membeli makanan dengan kaya gizi.

BACA JUGA: Mengacu UU & Perpres, PDIP Ungkap Anggaran MBG Memang Diambil dari Dana Pendidikan

"Artinya, program MBG seratus persen didukung oleh PDI Perjuangan. Malahan, kalau dari statemen Bu Mega ketika itu, anggaran MBG harus dinaikkan," ujar Arief melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Mantan waketum Partai Gerindra itu juga merespons soal anggota DPR RI dari Fraksi PDIP yang mengungkap sumber pendanaan program MBG memang berasal dari anggaran pendidikan.

Hal tersebut terdapat dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 118 Tahun 2025 menetapkan rincian APBN 2026.

Arief menjelaskan bahwa program MBG yang di luar negeri dinamakan School Meals Program merupakan bentuk program pendidikan untuk anak sekolah guna meningkatkan gizi siswa agar mereka siap dan mampu menerima dan menyerap pelajaran di sekolah dengan cepat karena terpenuhi gizinya.

"Jadi, MBG itu bisa disebut sebagai bentuk dari prasarana pendidikan yang sah saja menggunakan anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan dan tidak beda dengan pengadaan alat peraga sekolah yang pakai anggaran pendidikan," tutur Arief.

Selain itu, katanya, bahwa anggaran pendidikan Rp 769 triliun merupakan mandatory spending 20 persen dari APBN dan APBD yang harus dialokasikan murni untuk pendidikan, bukan semata-mata tidak bisa digunakan untuk program MBG.

Arief menuturkan bahwa pemenuhan gizi anak penting dalam pendidikan, karena gizi merupakan sari-sari makanan yang bermanfaat bagi kesehatan. Gizi sangat diperlukan oleh tubuh karena berfungsi sebagai faktor pertumbuhan dan perkembangan serta tingkat kognitif seseorang.

Disebutkan bahwa seorang anak dengan gizi kurang akan mudah mengantuk dan kurang semangat sehingga dapat mempengaruhi proses belajar serta berfikir anak.

Dia juga mengatakan bahwa mindset para politisi harus diubah untuk mengartikan anggaran pendidikan yang dipakai untuk program MBG, sebab nutrisi atau gizi adalah infrastruktur untuk pendidikan.

"Nutrisi atau gizi semakin diakui sebagai infrastruktur dasar untuk pendidikan, yang penting untuk perkembangan kognitif, kehadiran di sekolah, dan prestasi akademik," tuturnya.

Arief Poyuono menambahkan, anak yang lapar tidak dapat belajar secara efektif. Oleh karena itu, mengintegrasikan nutrisi ke dalam sistem sekolah—mulai dari makanan hingga pendidikan kesehatan—berfungsi sebagai prasyarat yang diperlukan untuk keberhasilan pendidikan, serupa dengan menyediakan bangunan sekolah fisik.(fat/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Pengemudi Mobil Ugal-ugalan di Gunung Sahari Sempat Diberhentikan Polisi
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Baznas RI Tetapkan Nisab Zakat Penghasilan 2026 Sebesar Rp7,6 Juta Per Bulan
• 21 jam lalumatamata.com
thumb
Presiden Prabowo Disambut Pengawalan Jet F-16 Saat Tiba di Yordania
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Video Event Tinjunya Dibajak, Cellos Alami Kerugian Puluhan Miliar
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Generasi Muda Lebih Bijak, Crow Speed QB Tolak Konten Kekerasan
• 48 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.